Click Here to Back

Olahraga Prioritas Utama Daripada Mengajar

In Berita Aktual on November 30, 2008 at 2:05 pm

Membawa perlengkapan olahraga ke kampus sah-sah saja asal jangan lupa tugas sebagai dosen

Membawa perlengkapan olahraga ke kampus sah-sah saja asal jangan lupa tugas sebagai dosen

A.H. Nasution (JP) – Rasanya kurang lengkap bila perlengkapan mengajar khususnya bagi dosen UIN (Universitas Islam Negeri) Bandung tanpa membawa perlengkapan olahraga. JP sempat menangkap gambar kebiasaan dosen UIN SGD Bandung membawa seperangkat alat olah raga ke kampusnya.
Sebetulnya sah-sah saja, jika kegiatan olahraganya dilakukan tanpa mengganggu mengajar mahasiswa dalam artian setelah jam mengajar.

Fakta membuktikan setelah JP bertemu dengan mahasiswa dan menanyakan, jadwal kuliahnya yang sering bolong karena dosennya sibuk bermain badminton.

Sebut saja “R” dia menuturkan, saya mahasiswa jurusan jurnalistik fakultas dakwah merasa risih dengan dosen yang ribet dengan perlengkapan olahraganya, kenapa ? pertama mengganggu pemandangan sebaiknya alat olahraganya jangan dibawa-bawa simpan saja di tempat olah raga jangan sampai dibawa ke fakultas atau ke ruang jurusan, ini mengakibatkan pandangan orang “sebetulnya ini dosen jurnalistik apa dosen olahraga sih” tegasnya.

“Kedua, pernah suatu hari saya ada keperluan ke jurusan / fakultas ternyata dosennya tidak ada karena sedang bermain badminton di GOR (Gedung Olahraga) UIN SGD, etis ga sih ” tambahnya.

Sama halnya dengan mahasiswa jurusan jurnalistik yang akan melaksanakan ujian pengajuan judul skripsi, mengatakan kepada JP

“saya sempat menunggu dosen penguji beberapa jam, dan katanya dosen pengujinya sedang bermain Badminton di gedung olahraga, padahal waktu itu saya seharusnya ujian sekitar jam 09.00 pagi. Akhirnya ujian judul skripsi saya dilakukan pada jam 13.00 siang hari” jelasnya.

“Boleh-boleh saja membawa peralatan olah raga dan berolahraga asal jangan mengganggu kegiatan mengajar dan tugas di Fakultas melayani mahasiswa, itu saja” tambahnya.

  1. Hebatn uy berita ieu, nah kitu bagi mahasiswa jurnalistik yg masih aktif tulis saja berita seputar UIN baik sisi negatif maupun sisi positif klarena pada dasarnya sebuah informasi atau media massa (jurnal pos) mudah-mudahan membawa sebuah perubahan bagi kampus.
    jangan pernah takut tulis saja seperti contoh berita ini.

    nah menurut saya dosen membawa perlengkapan olah raga ke kampus uin mungkin dosen tersebut mengajar juga di UPI jurusan pendidikan olah raga, atau mungkin juga dosen tersebut sedang unjuk rasa berharap di kampus uin ada jurusan pendidikan olah raga, mungkin itu juga! jadi tidak ada salahnya beranggapan seperti itu, karena pada dasarnya waktu untuk mengajar dan waktu untuk hobi sakiranya jangan disatukan, efektifnya kerjakan dulu apa yangs emestinya dikerjakan terlebih dahulu, bener ga?
    Feri Jurnalistik 2004, ANTARA.

  2. Memang itulah bentuk ke tidak profesional dosen yang ada di kampus kita.
    Tapi, loe tau ngak sih.
    Kenapa si dosen itu malas ngajar di kelas truz dia malah milih main badminton.
    Nah, harusnya wartawan JP menanyakan penyebab hal tersebut.
    Caranya dapat dilakukan dengan investigative.
    Keren kan, kayak detektif gitu deh getting bahan beritanya.
    Tapi saya usnudzon (sorry kalo salah nulisnya).
    Mungkin alasan di dosen memilih olahraga daripada ngajar karena *****Malas melihat keadaan mahasiswanya yang kurang respect saat di dosen “ngoceh” di kelas.
    *****Itu yang pertama. Kedua, mungkin dia merasa bahwa anak didiknya sudah terlalu pintar dari si dosen, sehingga ia memiliki pola pikir seperti ini “KULIAH CERDAS ITU NGAK PERLU LAMA-LAMA”.
    *****Terakhir, si dosennya weuh itu mah yang ngak tahu diri and ngak profesional. Udah tau jam ngajar atau harus nguji seminar, eh ini malah “nepak” di GOR. Eling Pa Dosen, Eling Ah.

  3. “Kedua, pernah suatu hari saya ada keperluan ke jurusan / fakultas ternyata dosennya tidak ada karena sedang bermain badminton di GOR (Gedung Olahraga) UIN SGD, etis ga sih ” tambahnya.

    Masalahnya ada pada Anda..Kenapa ga buat janji dulu dengan dosen?? heuheuh..aya2 wae mahasiswa!!

  4. kerennya dosen…
    berarti dosen itu berpegang pada konsep “Men sana in corpore sano” dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat…..kuat ka eraaaaaa,,,,,bravo dosen….where is the other critic for this discourse????…ur sin will find u out…jim carry said….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: