Click Here to Back

Gola Gong

In Artikel on May 12, 2008 at 1:13 pm

Menulis, Novel (dan) JURNALISTIK
Oleh Resturuangsunyi*

Prolog
Kalau anda mengenal novel serial petualangan Legendaris Balada Si Roy, pasti anda mengenal siapa pengarangnya. Atau anda pernah main ke daerah pedalaman kota Serang dan menemukan sebuah tempat dengan nama Rumah Dunia, pasti anda mengenal siapa pengelolanya. Atau anda pernah baca beberapa buku novel, atau karangan-karangannya di beberapa buku dan media massa, tentunya anda pernah dengar nama di atas (judul). Atau kalau anda memang tidak tahu, baik sekarang saya beri tahu.
Gola Gong, dia adalah novelis yang populer dengan karya serialnya Balada si Roy.

Dimuat bersambung di Majalah Hai sekitar periode tahun 90an. Majalah yang banyak digandrungi anak-anak remaja ABG ini ternyata memuat serial bersambung yang juga ternyata menjadi favourit mereka kala itu. Balada Si Roy, serial petualangan khas anak muda yang sarat denngan pencarian makna kehidupan, sungguh mampu menghipnotis pembaca muda untuk angkat ransel, berkeliaran di jalan dan membantu orang lain sebagai rasa kemanusiaan. Itulah yang khas dari Balada si Roy, bahkan beberapa karya-karya Gola Gong sendiri, yaitu sense of human interest. Peduli terhadap sesama, menjadi jiwa remaja mudanya.
Ya kalau ingin lebih tahu banyak silahkan baca sendiri karyanya atau…. bolehlah acak-acak perpustakaan pribadi saya. Saya relakan demi kepentingan, kemajuan dan kebahagiaan anda. Karena bagi saya, kebahagiaan adalah ketika saya bisa membahagiakan orang lain. Lebih-lebih kekasih hati saya, ups ! sori, hehehe….

Atau kalau anda masih teringat acara komedi situasi Pondok Indah II di ANTEVE dan Keluarga Van Danoe di RCTI sekitar tahun 1993 dan 1995, tentunya anda akan tahu kalau penulis skenario film itu ternyata juga Gola Gong. Dan masih ada banyak lagi karyanya yang tak saya sebutkan disini.
Kok saya tahu. Ya karena saya membaca. Maka dari itu saya (belajar) menulis. Mau bisa menulis, ternyata saya harus belajar jurnalistik. Waw, seperlu itukah ? saya pun tidak tahu. Tapi sekarang saya hanya ingin berbagi dengan anda dari apa yang saya punya. Dan lihatlah bagaimana Gola Gong menjalani proses kreatif menulisnya. Ini penuturannya sendiri yang saya transkrip dari bagian catatan pengalamannya di website Rumah Dunianya.

Gola Gong :
Saya sudah bisa mengelola waktu, maka saya bisa memulai menulis dari mana saja. Ide dengan mudah bisa saya temukan. Saya juga tidak pernah merasakan terhambat, karena gara-gara tidak memiliki ide. Menurut Arswendo Atmowiloto (Mengarang Itu Gampang, Gramedia, 1982), ide bisa diawali dengan ilham. Sedangkan ilham sama saja dengan inspirasi. Bagi Wendo, ilham adalah semacam letikan menuju ide. Bagaimana memperoleh ilham atau insprasi ? Itu semua bisa di dapat di dalam realitas kehidupan. Dicontohkan Wendo, melihat warung tegal di sekolah kita, itu bisa menimbulkan letikan menulis cerita fiksi. Dari sinilah ide muncul. Tapi, apa ide dasarnya? Warung itu sendiri? Penjualnya? Pembelinya? Kita bisa memulai dari mana saja.

Ide bertebaran dimana-mana. Saya tinggal mencomotnya saja satu persatu. Ide itu tidak dicari, karena kalau tidak ketemu, repot jadinya. Maka, saya menemukan ide, bukan sekedar mencarinya. Bagaimana cara menemukannya? Pada masa sekarang, Tias, istri saya, sering membantu memberikan ide lewat diskusi kecil di meja makan atau di tempat tidur. Bahkan sering saya menemukan ide pada kedua anak saya; Bella (7 th) dan Abi (6 th).

Sejak masih di usia belasan tahun, musim liburan sering saya pergunakan untuk berpergian. Saya menyusuri bumi Jawa, ber-liften atau kucing-kucingan dengan kondektur kereta api. Setiap kota saya singgahi, saya rasakan denyut nadi dan nafas masyarakatnya. Mata saya jadikan kamera dan hati merasakan serta pikiran menuliskannya. Semua panca indra saya maksimalkan dengan menggunakan metode jurnalistik, yaitu unsur berita yang terkenal dengan formula 5W (where, when, why, who, what) dan 1H (how). Melalui riset (pustaka dan empiris) dan investigasi (observasi dan wawancara), lahirlah 10 jilid novel serial “Balada Si Roy” (Gramedia dan Beranda Hikmah), yang sebelumnya dimuat berseri di majalah HAI (1988 – 1992).

Semua yang saya alami, saya lihat, dan saya rasakan saya tumpahkan di buku harian. Ya, untuk jadi pengarang saya mengalami, melihat, dan merasakan. Puluhan buku harian saya telah menjadikan otak saya penuh dengan bahan cerita untuk saya tuliskan kelak. Saya bisa memulai menulis buku harian dari tukang semir (who) yang saya temui di stasiun, melukiskan keindahan kota (where) yang saya singgahi, peristiwa yang saya alami (what), dan sebagainya. Semua tergantung dari hasil investigasi; observasi dan wawancara. Jika menemukan sesuatu yang menarik, tentu saya akan melakukan investigasi. Misalnya, saya mewawancarai penyemir sepatu. Saya gali semua unsur 5W + 1H-nya. Kalau perlu saya melakukan observasi ke tempat tinggalnya. Dengan cara itulah saya bisa menemukan ide.

Metode jurnalistik ini sangat manjur. Pengalaman mewawancarai orang, menulis liputan perang, peristiwa kesenian dan kebudayaan, unjuk rasa, politik, ekonomi, humaniora, dan catatan perjalananan, menjadi babak awal sebagai penulis. Banyak penulis novel yang berangkat dari dunia jurnalistik. Albert Camus (Le Mythe Sisyphe, 1942), peraih nobel kesusastraan 1957, adalah kolumnis untuk koran Combat. Edgar Alan Poe (1809 – 1949) selain cerepenis, juga wartawan dan kritikus seni yang berpengaruh di abad 19. Di negeri kita tercatat nama-nama seperti Arswendo Atmowiloto, Seno Gumira Ajidarma, Bre Redana, dan Veven SP Wardhana.

Epilog
Bagaimana tanggapan anda ? saya rasa anda termasuk orang-orang yang berfikir dan punya sikap. Dan sikap saya pribadi, jelas saya harus lebih banyak belajar mengenali diri saya lagi, ingin seperti apa saya.
Gnothi Seauthon, begitu kata filsuf Yunani yang artinya Kenalilah dirimu. Atau kata pepatah Arab, A’rif Nafsaka !
Ingin menjadi Gola Gong ? Tidak !
Ingin seperti Gola Gong ? Mmm….?

*Penikmat & Pecinta buku, pernah menjadi redaksi majalah ITQON Gontor, LPM LENTERA ISID. Kini bergiat di Komunitas Seni dan Sastra ruangsunyi

  1. Artikel di blog ini sangat bagus dan berguna bagi para pembaca. Agar lebih populer, Anda bisa mempromosikan artikel Anda di infoGue.com yang akan berguna bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Telah tersediaa plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!
    http://www.infogue.com
    http://buku.infogue.com/gola_gong

  2. Somehow i missed the point. Probably lost in translation🙂 Anyway … nice blog to visit.

    cheers, Conjunctional.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: