Click Here to Back

Kupas Tuntas Pergulatan Islam-Politik

In Berita Aktual on March 4, 2008 at 2:04 pm

edited-bedah.jpg

A.H. Nasution, (04/08)—Dr. H Asep Saepul Muhtadi MA. tengah Membedah sekaligus meluncurkan buku terbarunya “Komunikasi Politik Indonesia” Pergulatan Islam-Politik Pasca Orde Baru bersama Drs. H. Nu’man Hakim sebagai pembahas buku tersebut dalam waktu yang sangat singkat sekali yakni sekira 1 jam. Kendati durasi membedah buku tidak begitu banyak, penulis tetap memberikan penjelasan secara padat dan berisi tentang Islam-politik. Begitu juga dengan Drs. H. Nu’man Hakim yang biasa akrab dipanggil dengan Nu’man. Memberikan pembahasan yang professional kepada mahasiswa sebagai pelaku politik saat ini.

Acara ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif – Jurusan (BEM-J) Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menyelenggarakan Peluncuran dan bedah buku “Komunikasi Politik Indonesia” Pergulatan Islam-Politik Pasca Orde Baru dengan pembicara Dr. H. Asep Saepul Muhtadi MA. sebagai penulis buku dan Drs. H. Nu’man Hakim sebagai pembahas buku. Perdebatan yang berkisar antara politik Islam dan kedudukan nasionalisme Islam kali ini dibahas rampung oleh kedua narasumber di Auditorium UIN SGD Bandung.

Asep Saepul Muhtadi menjelaskan dalam dialognya, ‘Saya menyoroti pergulatan Islam politik pasca orde baru dan menjadi perhatian dalam buku ini adalah bagaimana seluruh kekuatan Islam politik itu mengkomunikasikan gagasanya juga visi dan misinya sehingga menjadi prilaku masyarakat, dan ini yang menjadi perhatian banyak pengamat sebagai hal yang sangat dinamis bagi masyarakat’. Ujarnya.

‘Dari tumbuhnya partai-partai berbasiskan Islam membawa kita ke pertanyaan antar penting dan tidak pentingnya mendaftarkan negara Indonesia kepada Syariat Islam. Maka dari itu dengan adanya buku ini memberikan jalan bagaimana mengkomunikasikan Islam kedalam politik. Bisa menjadi sebuah peraturan daerah, penataan Kota, Ekonomi Syari’ah dan macam-macam. Dan ternyata pergulatan Islam- politik seperti ini tidak hanya terjadi di level nasional saja melainkan sampai ke tataran regional bahkan lokal’. Tambah Samuh.

Bersamaan dengan itu Nu’man Angkat bicara yakni sebagai pembahas sekaligus pelaku politik saat ini. Dengan waktu yang amat sangat singkat Nu’man menjelaskan kepada mahasiswa.

Bangsa Indonesia ini sekira 90 % menganut agama Islam, maka sebagai pelaku politik Islam kita perlu sekali memberikan kontribusi Islam kita kepada negara. Karena negeri ini butuh sekali Islam dan pakar politik. Katanya.

(JP/538)

  1. JURNALISTIK PASTI JUARA, teruskan perjuanganmu kawan..

    Jurnalistik UIN Bandung, jurnalistik pasti juara…adalah sorak soray para suporter jurnalistk pada setiap kali team Jurnalistik bertanding,. ketika jurnalistik main tak mengenal apakah lawan yang akan bertanding itu tidak sebagus jurnalistik, sorak soray seperti itu tetap bergaung dilapangan UIN bandung.
    Pertandingan demi pertandingan telah dilampaui oleh team jurnalistik, dari babak penyisihan sampai pada sekarang sepertempat final. Jurnalistik yang berambisius untuk menjadi juara liga mahasiswa di liga kali ini, menurut Devil smt 6 dalam menyemangati rekan-rekan yang akan bertanding, selalu mengatakan lawan-lawan yang bertanding dengan kita bukan lawan-lawan yang biasa terutama mungkin bisa dibilang aqfil,adalah lawan yang dibawah kita, tapi untuk perjuangan melawan team-team lain di satu grup kita, ada HUMAS, FISIKA, dan MKS D3 adalah lawan yang cukup di perhitungkan, masa kita akan menyerah begitu saja. Dengan semangat membara untuk mencapai tujuan akhir kita yaitu juara. Dan juga perwujudan itu tidak akan menjadi kenyataan tanpa dukungan para pemain, dan suporter. Dan juga menambahkan bertanding melawan team jurnalistik adalah seperti melawan dengan 2 team, selalu seperti itu. Yang pertama bermain dengan para pemain di lapangan yang kedua bermain dengan suporter yang selalu bikin mental lawan menjadi down. Bravo jurnalistik……..
    Perjuangan selanjutnya di babak 16 besar kita team jurnalistik bertanding dengan fakultas yang sama lain jurusan yaitu KPI (komunikasi kepenyiaran islam) dengan semangat yang sama demi mewujudkan tujuan utama jurnalistik, memperebutkan juara liga mahasiswa jurnalistik berjuang sekuat tenaga walaupun itu harus bertanding melawan Kpi atau bisa disebut dulur dalam satu fakultas. Selama ini jurnalistik bertanding dengan fakultas yang sama adalah 2 kali yaitu di babak penyisihan dengan humas dengan hasil yang cukup menggembirakan, dan juga dengan kpi, dengan kekuatan visi akhirnya team jurnalistik bisa mencapai hasil yang maksimal, sampai-sampai Udji goal keeper jurnalistik mengatakan “haram jadah kudu eleh ku Humas komo deui kpi” dan akhirnya memenangkan pertandingan itu, berikutnya memasuki 8 besar, team jurnalistik di tantang oleh I H (ilmu hukum), seperti biasa malam sebelum pertandingan semua pemain sekaligus official berkumpul di suatu tempat yang sudah tradisi yaitu di IQRO, di sana unek-unek dan rasa kepemilikan akan jurnalistik tercurahkan, strategi dan lain sebagainya dibahas diruangan sekitar 3 X 4 m itu.
    Pertandingan pun dilaksanakan dengan bekal persiapan, dan strategi yang telah dibahas malam sebelumnya. Akhirnya dengan dukungan suporter yang sangat antusias dan permainan yang cantik dari para pemain jurnalistik ilmu hukum dapat ditaklukan.
    Jum’at hari yang di nantikan oleh semua penggemar bola di UIN bandung akhirnya datang. Banyak yang bilang kalau yang pantas final adalah hari sekarang jumat (16/5) antara Jurnalistik dengan Muamalah, karena ini adalah pertandingan yang luar biasa, bagi kami sebelum pertandingan ini adalah semua final, dan final yang sesungguhnya adalah sekarang. Bukan berarti kimia di kucilkan, kimia hanya menang karena keberuntungan saja.
    Hal yang paling ditakutkan oleh pemain jurnal adalah drama adu penalti, dan kejadian seperti ini terulang kembali. Dengan penendang Abay pertama, tidak masuk tapi dengan ketidak masukan abay, Doglas pemain andalan jurnal memberikan harapan bagi teman-kawan suporter jurnal, tapi apalah daya pemain muamalah terakhir penendang dapat menjebol gawang jurnalistik yang dijaga udji, akhirnya di tambah dengan penendang tambahan, Ajis serta kiper sendiri. Ternyata memang dwie fortuna belum sepenuhnya memihak jurnalistik juara tahun ini, dan hasil akhir adalah 2-1 untuk adu penalti, score yang sangat tipis.
    Seusai pertandingan para pemain, sporter, bahkan sampai presma jurnalistik (Enchoz) menagis terharu karena harapan menjadi juara 1 telah lenyap, terlebih lagi mahasiswa bukan dari jurusan jurnalistik mengatakan lebih sedih melihat jurnalistik kalah dari pada team nya sendiri yang kalah . dan dia sendiri tidak menyesalkan perjuangan para pemain, suporter, dan semua yang telah mendukung karena telah berusaha semaksimal mungkin. Mungkin tahun ini tak jadi juara1 tapi tahun depan kami akan menjadi yang terbaik. Bravo jurnal…..

    Perjuangan jurnalistik belum berakhir, perebutan juara 3 dilaksanakan hari rabu depan, antara AS akan menjamu JURNALISTIK, dan kami akan bertekad membalas kekalahan kami waktu tahun kemarin, karena AS lah perjuangan kami terhambat. AS siap-siap menanggung kekalahan….

    Bagimu jurnal jiwa raga kami……………………dreng dreng dreng dreng
    Jurnalistik UIN bandung
    Jurnalistik pasti juara
    Juara liga mahasiswa
    Kalau yang lain di kubur aza…………………..
    Kumandangkan nyanyian itu kawan-kawan, lawan lemah jurnalistik juara…………………..

    JURNALISTIK NU AINK……
    By. Die, jurnal A/IV

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: