Click Here to Back

King Solomon’s Mines

In Ngobrolin Felem on January 1, 2008 at 6:56 am

Oleh Angga Aditiya

Quertemain adalah sosok yang punya andil besar dalam perburuan harta karun. Layaknya dalam kisah-kisah lain, ajang perburuan budak-budak kehendak itu menuai banyak rintangan. Tidak hanya perjalanan yang getir, penuh onak dan keletihan luar biasa, tapi juga mereka harus melewati pertempuran yang sangat dahsyat.

Perjalanan ditengah pemandangan memesona, ternyata hanya layar yang menjembatani penonton untuk dimanjakan. Keutuhan yang memenuhi pandangan mata seolah sedang mengelabui kita untuk mendekat dan kemudian secara perlahan mati mengenaskan. Pemandangan antara padang putih yang dilengkapi biru langit mendamaikan dengan kumpulan awan berrindih-tindih bak dua posisi sedang membatasi daerahnya tak mau diganggu.

Itulah Desert, daerah tentram namun pesakitan. Tenggorokanpun tidak akan betah dibiarkan menghirup perjalanan melelahkan itu. Air yang menggenang sudah dipastikan sesuatu paling berharga dibanding benda lain setara barang-barang mahal. Perjalanan itulah yang sedang dilalui oleh Quertemain yang menewaskan satu temannya, yaitu Henry.

Demi menolong kakek yang ditawan untuk prosesi kuakuani-sebutan acara pembunuhan suku pedalaman afrika dekat Cape Town untuk ritual. Mereka bertujuh melanjutkan perjalanan. Perjalanan penuh resiko karena disamping harus menggadaikan nafsu mereka terhadap harta karun, namun juga mereka harus berurusan, tidak hanya suku-suku pedalaman yang siap menombak tubuh mereka, tapi juga ada rival lain yang menggenapkan diri dalam kelompok pencari harta karun. Tidak jarang, letusan senapan akrab dalam perjalanan mereka.

Yang paling penting dalam cerita ini adalah bersatunya dua lawan jenis di tempat, dimana setiap orang akan terbuai dengan kilau cahaya mengkilap-kilap biru pada batu kecil yang tersimpan indah di mahkota Sheba. Sheba menjadi cerita penting dalam perjalanan mereka, pasalnya Sheba adalah orang yang mendampingi raja Solomon, terkunci dalam ruangan berlimpah ruah harta karun. Keabadian cerita itu dilanjutkan oleh Quertemain yang melamar wanita, seorang gadis, putri, kakek yang akan ditebas suku si “nolomos”.

Sepertinya pernikahan itulah yang sangat penting dalam perburuannya. Quertemain sudah ditinggal lama istrinya, meninggal dunia. Disaat moment penting dihadapan patung Solomon dan Sheba, mereka mencurahkan isi hatinya untuk mengawali hidup menjadi suami istri. Jauh dari perjalanan yang getir tak terperi, rupanya ada harta karun yang lebih berharga daripada kilauan butir menumpuk, menggunung, berkilauan, yaitu keutuhan keluarga yang lama Quertemain dambakan.

(Angga Aditiya Mahasiswa jurusan Jurnalistik UIN SGD semester VII, sekarang aktif di dunia perfilman magnetproduction)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: