Click Here to Back

Mengenang Drs. Saeful Rohman (Alm)

In Feature on November 24, 2007 at 6:50 pm

Oleh Feri Purnama

Selamat Jalan dosenku, selamat jalan guru inspirasiku, engkau telah melakukan hal yang mulia dimasa hidupmu sebagai pengajar, aku telah pendam ilmu yang engkau berikan dan tersimpan dalam benakku. Aku akan mengingatmu selalu.

Minggu pagi 4 November 2007 ada kabar yang mengejutkan, besoknya kabar itu benar-benar fakta setelah beberapa mahasiswa jurnalistik dan para dosen fakutas dakwah dan komunikasi membenarkan dosen komunikasi kita telah meninggal dunia, beliau adalah Drs.Saeful Rohman. katanya meninggal hari Sabtu 3/11 di Aceh dan dikebumikan di Garut. Beliau meninggal setelah melakukan aktivitas olah raga.

Kabar itu mengejutkan bagi mahasiswa Jurnalistik yang mengenalnya karena beliau adalah seorang dosen yang cukup berkompeten dalam pemikiran dunia jurnalistik dan pers. Pengetahuannya memberikan manfaat bagi mahasiswa jurnalistik.

Menjadi perbincangan hangat bagi mahasiswa jurnalistik dan menjadi sebuah obrolan untuk mengenang masa hidup beliau, banyak tersimpan kenangan lucu atau pun kemarahan saat mengajar. Dan beliau sebenarnya ketika melaksankan tugas sebagai dosen dalam keadaan sakit, penyakit yang dideritanya adalah jantung, dan paru-paru. Apakah ada dosen lain walau sakit tetap melaksanakan tugasnya untuk mengajar? Mudah-mudahan saja ada.

Namun, walaupun dalam keadaan sakit beliau tetap saja merokok “hayang kateungali cageur ari nagrokok teh” katanya bercanda ketika salah seorang mahasiswa menanyakan kenapa masih merokok? Dan kenapa masih tetap datang ke kampus katanya selama masih bisa berjalan tetap akan mengajar.

Jawabannya membuat para mahasiswa bangga tetapi selalu saja setiap perbincangan selalu diakhiri kelucuan dan mebuat ketawa para mahasiswa bukan berarti memandang lucu sosok dosen karena bukan pemain lenong ataupun badut. Banyak hal yang membuat mahasiswa jurnalistik senang dengan sosok beliau yaitu membuat mahasiswa tidak merasa jenuh didalam kelas, saat mengajar selalu diringi gelak tawa mewarnai ruangan balajar di gedung Z tempat aktifitas belajar mengajar fakultas Dakwah dan Komunikasi.

Disela-sela waktu memberi materi beliau suka ngelantur dalam obrolan ringan, sedikit menyimpang perkataanya membawa mahasiswa larut dalam bincangannya, kadang suka menyambungkan dalam masalah “sex komedi” sakiranya tak pantas kalau diceritakan secara detail masalah “sex komedi”.

Namun, sosok laki-laki yang sudah berumur lebih dari 60 tahun ini dan suka memajangkan kaca mata minusnya di atas jidat, pernah kecewa dan marah terhadap tingkah laku mahasiswa yang selalu ribut dan suara gemuruh tak beraturan didalam kelas, membuat beliau dalam memberikan materi tidak maksimal “sudah sampai disini saja kuliahnya, rasanya sudah tidak kondusif lagi” katanya sambil mebersekan buku dan memasukan kedalam tas selendang hitamnya.

Begitulah kemarahan yang ditunjukan beliau kepada mahasiswa, selain itu juga beliau kecewa terhadap mahasiswa sekarang khususnya mahasiswa jurnalistik, yang jarang baca, baik Koran, maupun bacaan teoritis, sempat beliau memvonis bahwa mahasiswa jurnalistik harus rajin baca karena dengan membaca sesuatu akan diketahui oleh kita, jurnalistik harus kaya dengan ilmu dan pengetahuan salah satunya dengan membaca dan mahasiswa jurnalistik kurang sekali minat membacanya.

Ungkapan itu dilontarkan pada mahasiswa untuk menjawab pertanyaan sekitar fenomena hukum etika pers di Indonesia, mahasiswa terdiam tanpa bersuara bahkan ada juga yang ragu, akhirnya beliau juga yang menerangkan dan menyarankan untuk membaca dan sering mengunjungi warnet untuk menambah wawasan dan pengetahuan “jangan membuka situs porno” katanya diakhiri gelak tawa oleh mahasiswanya.

Banyak sekali pesan sekitar pengetahuan jurnalisme, dan semua itu bersangkutan dengan banyak membaca. “Kalian tahu Rosihan Anwar” katanya bertanya dan sebagian mahasiswa ada yang mengangguk ada yang meng-iyakan dan ada juga pura-pura tahu dan bengong. “Rosihan Anwar adalah perpustakaan berjalan, kemanapun dia pergi besoknya tulisan akan mewarnai surat kabar dan menceritakan sejarah sekitar yang ia kunjungi” katanya sambil menghisap rokok filter kemudian meneguk kopi susu yang sebelumnya beliau pesan dengan menyuruh mahasiswanya untuk membelikan kopi dan rokok berikut dengan air putih, rutinitas yang selalu dilakukan oleh beliau.

Rosihan Anwar orang yang sering banyak baca, juga rajin menulis artikel, essai, juga buku, apalagi dulu Rosihan Anwar adalah wartawan, maka dalam setiap karya tulisnya yang dimuat dimedia suka dicantumkan namanya sebagai wartawan senior.

Selain itu Saeful Rohman masih dalam jam kuliah pernah mengatakan bahwa menjadi wartawan ataupun penulis cukup empat hal yang dibutuhkan bagi orang yang ingin jadi wartawan atau penulis. Empat hal itu adalah telinga, mata, mulut dan tangan. Telinga mengidentikan sebagai kepekaan dalam mendengar seperti halnya mendengarkan informasi dari berbagai pihak. Mata, melihat dan mengidentikan sebagai fenomena yang pernah dilihat dan disimpan dalam memori. Mulut, pandai bicara atau berkomunikasi untuk menggali sebuah informasi, sedangkan tangan adalah menulis, maka rajuinlah untuk menulis, seperti itulah yang sakiranya pernah disampaikan oleh dosen yang sudah cukup tua dan berpengalaman.

Walau usianya sudah tua, tapi gaya berjalannya seperti anak muda, penampilannya cuek tapi rapih dan tak seperti dosen biasanya yang sangat-sangat formal. Tidak begitu bagi Drs. Saiful Rohman yang suka megkritisi pers sekarang ini.

Kerpegian beliau menyimpan sejuta pengetahuan bagi anak didiknya semoga kepergian beliau membawa amal baik semasa hidupnya dan diterima di sisi-Nya. Kami mahasiswa jurnalistik UIN Bandung dan redaksi Jurnalpos turut bela sungkawa dan selalu mendo’akan beliau, semoga keluarga yang ditinggalkannya diberi ketabahan, amin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: