Click Here to Back

Jurnalistik, Bukan Jurusan Biasa

In Opini on November 13, 2007 at 11:07 am

Oleh Redaksi Jurnalpos

Apakah benar setiap mahasiswa jurnalistik ingin menjadi wartawan? Memang mahasiswa jurnalistik tujuannya adalah menjadi wartawan, kenapa jadi wartawan? dalam aspek kajiannya secara definisi jurnalistik adalah kegiatan menyiapkan, mencari, mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan menyebarkan berita melalui media berkala kepada khalayak seluas-luasnya dengan secepat-cepatnya. (Haris Sumadiria. “Jurnalistik Indonesia” Simbiosa 2005.) Maka diasumsikan, siapa yang melakukan dari definisi diatas adalah wartawan kemudian dilaporkan pada media wartawan itu sendiri dan disebarkan oleh media berkala yang disebut dengan pers.

Sedangkan banyak pendapat menjadi wartawan tidaklah mesti kuliah dan menyandang gelar kesarjanaan, seperti dalam buku “cara gampang jadi wartawan” yang ditulis dalam kata pengantar oleh penulisnya A.A. Kunto yang sudah bertahun-tahun hidup menjadi wartawan menyatakan ; “menjadi wartawan juga tidak perlu menunggu jadi sarjana atau bergelar tinggi. Bukan gelar yang menjadi kemampuan seseorang untuk menjadi wartawan professional. Memang baik berpendidikan tinggi, namun jauh lebih baik berwawasan luas dan berpengetahuan tinggi” uraian kata seperti itu lantas apa yang diharapkan dari para calon jurnalis yang sekarang ini sedang menutut ilmu kejurnalistikan dan yang akan menempuh kajian kejurnalistikan (mahasiswa baru yang masuk jurusan jurnalistik).

Kalau memang menjadi wartawan itu gampang dengan bermodalkan wawasan luas dan berpengetahuan tinggi. Bagaimana nasib mereka (mahasiswa jurnalistik) dalam mencari pekerjaan di media, kalau memang betul semua orang pasti bisa menjadi wartawan.

Ada ungkapan lain bahwa setiap media baik elektronik ataupun cetak memerlukan wartawan yang berkopenten seperti dalam meliput sebuah kasus tentang hukum, media sering melibatkan para wartawan yang ahli di bidang hukum, tentunya memerlukan lulusan ilmu hukum (Sarjana Hukum atau SH). Lantas apa yang seharusnya dibutuhkan oleh media kalau seandainya media itu sendiri memerlukan wartawan yang ahli dibidangnya seperti wartawan ahli ekonomi, politik, budaya, dan kajian ilmu lainnya. Lantas apa yang diharapkan dari mahasiswa jurnalistik? sedangkan tutuntutan media seperti itu.

Dalam permasalahan seperti itu jurusan jurnalistik bukanlah jurusan biasa, para calon jurnalis dituntut untuk memperoleh pengetahuan yang luas dan ilmu diluar mata kuliah yang dikajinya. Dalam rangka menyiasati persoalan diatas.

Kita sebagai orang yang mengkaji ilmu jurnalistik jangan sampai kalah dengan manusia yang tiba-tiba muncul menjadi wartawan, buktikan kepada dunia dengan jurnalistik yang sesungguhnya. Sadarlah bahwa jurusan jurnalistik beda dengan jurusan lain.

(red.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: