Click Here to Back

PR Untuk Presma Jurnalistik UIN

In Opini on October 26, 2007 at 5:31 pm

Oleh Redaksi Jurnalpos

Pemimpin diistilahkan sebagai sopir yang membawa penumpang, disetiap penumpang itu bermacam-macam keinginan. Namun, dari macam-macam keinginan itu mempunyai satu tujuan yaitu selamat sampai tujuan. Tak lain adalah bagaimana supir itu mengemudikan kendali stirnya, dan sopir harus mempunyai keteguhan dari berbagai keinginan penumpangnya jangan pernah terbawa arus sopir harus fokus dan mempunyai pendirian yang bertanggung jawab atas penumpangnya.

Mungkin itulah segelintiran cerita, yang mengandung filosofi yang harus direnungi. Begitu juga seorang pemimpin yang mempunyai kewenangan atas rakyatnya sendiri tak lain adalah Presiden Mahasiswa (Presma) Jurnalistik yang baru saja dipilih 2 Oktober 2007 hasil dari Musyawarah yang dipilih langsung dengan calon Presma Oki dan Irfan. Kini Presma Jurnalistik jatuh pada Irfan masa jabatan 2007-2008.

Dengan terpilihnya Irfan adalah sebagai wujud kepercayaan seluruh Mahasiswa Jurnalistik UIN Bandung untuk memimpin Jurnalistik UIN ke pintu kesuksesan dan perkembangan yang lebih baik dari masa Presma sebelumnya.

Menuju kesuksesan Jurnalistik UIN tidaklah semudah membalikkan tangan, perlu proses baik jangka panjang maupun jangka pendek, tergantung pemimpin dan warga jurnalistiknya sendiri dalam bekerjasama menuju gerbang kesuksesan bersama.

Banyak Pekerjaan Rumah (PR) bagi Presma sekarang ini, dimana jurnalistik UIN masih belum melebarkan sayapnya secara ke-Ilmuan ataupun kreatifitas Individu dalam kajian ilmu Jurnalistik, mungkin, mahasiswa jurnalistik UIN perlu didorong oleh para motivator-motivator yang dapat membangun jiwa semangat untuk terus berkarya dalam kreatifitas sebagai mahasiswa jurnalistik.

Apa yang perlu didorong supaya warga Jurnalistik UIN membangun jiwa semangat dalam kreatifitas dan berkarya untuk mengharumkan nama baik Kampus ataupun jurusan yang dicintainya. Tak lain adalah kualitas pengajar (Dosen) yang seharusnya lebih ditingkatkan agar mahasiswanya lebih kritis dalam intelektual sebagai mahasiswa jurnalistik.

Bukan saja dosen segala kebutuhan fasilitas yang belum terpenuhi untuk mendukung kreatifitas, mahasiswanya-pun harus super aktif, seperti apakah yang idealnya bagi mahasiswa jurnalistik? Pertama, tempat perpustakaan buku yang memadai dan penuh syarat dengan kajian ilmu konsentrasi jurnalistik. Kedua, alat praktek untuk melakukan kegiatan kejurnalistikan, apa yang seharusnya dibutuhkan alat praktek itu? Tak lain adalah Lab Televisi, Radio, Internet, studio Foto, teknologi komputer modern untuk melakukan kegiatan grafis dan reka bentuk surat kabar. Katanya fasiliats untuk kegiatan jurnalistik sudah ada tersedia tertapi belum maksimal dan masih jauh dari syarat kebutuhan mahasiswa jurnalistik, tetapi tak dipungkiri juga kita sudah memiliki media elektronik yaitu radio “Mandala” tapi sayang sampai sekarang radio itu masih simpang siur, maksudnya milik siapa radio itu? Katanya, jika ingin aktif di Radio Mandala tidak sembarang mahasiswa, semua harus mengikuti prosedur, seperti halnya mengikuti Broadcast (pelatihan penyiaran, dan mengenal ilmu radio) bahkan kegiatan itu menjadi ajang bisnis yang secara rutin dilakukan. Lucu, mendirikan sekolah di dalam sekolah (kampus). Ketiga, Sampai sekarang yang dirindukan oleh Mahasiswa jurnalistik yaitu wadah atau ruang tempat melakukan kegiatan kejurnalistikannya ataupun kegiatan Hima, sayang sekali sampai sekarang Hima Jurnalistik masih terlantar ketika akan mengadakan rapat kegiatan acara, tempatnya tidak lain di kafe atau di Mesjid, melakukan rapat seperti itu sebenarnya tidak disadari bahwa ternyata telah mengambil hak orang lain yang akan melakukan ibadah ataupun makan. Ironis kan ?

Begitupun mahasiswanya harus mempunyai ke-inisiatifan sendiri, seperti mengikuti kegiatan diskusi, bedah buku ataupun pelatihan-pelatihan penulisan karena bagaimanapun jurnalistik dilahirkan untuk bisa menulis, karena dalam definisi Jurnalistik adalah “Kegiatan mencari lalu menuliskan sesuai dengan fakta kemudian melaporkannya” tak lain dari itu yang bersangkutan dengan kajian ilmu jurnalistik, seperti diskusi, bedah buku, lalu menulis semua itu tak lain untuk menambah wawasan dan intelektualitas dalam berpikir.

Namun, dalam hal diskusi dan bedah buku ternyata belum bisa dilakukan secara rutin, terkadang mahasiswa hanya mengikuti jam perkuliahan saja tak lebih, diskusi pun hanya untuk memenuhi kemauan dosen dalam persentase suatu makalah yang ditugaskan oleh dosen. Padahal masih banyak permasalahan yang perlu didiskusikan secara bersama.

Dan kegiatan bedah buku dan diskusi secara rutin masih sulit untuk dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa (HIMA) Jurnalsitik. Tanya kenapa? Terkadang mahasiswa jurnalsitik mencari kegiatan diluar kampus, itupun bagi mahasiswa yang rajin.

Seharusnya Hima mampu melakukan kegiatan tersebut, dan itu adalah PR bagi Presma sekarang. Namun, kenapa diskusi, bedah buku, dan pelatihan penulisan sangat jarang dilakukan? Ada dua hal yang menghambat mahasiswa Jurnalistik, pertama, dari mahasiswanya sendiri (malas) dan kedua, dukungan dari pejabat kampus sendiri (Fasilitas). Oleh sebab itu Presma harus mampu membawa Hima Jurnalistik melabrak hambatan seperti itu.

Selain itu, dalam bidang olah raga Hima harus mampu membangun citra baik dalam pertandingan tentunya dengan menyandang kemenangan yang nantinya akan menjadi prestasi yang cukup baik untuk eksistensi Hima Jurnalistik.

Hima juga harus mempu menjalin hubungan ekternal dengan mahasiswa jurnalistik di perguruan Tinggi yang lain, dengan menjalin hubungan yang baik maka menambah segala informasi yang intinya menjalin silaturahmi. Siapa tahu bisa bekerjasama dalam bidang kegiatan kejurnalistikan.

Dan, Hima jurnalisitik tak lupa untuk menjalin kasih sesama umat manusia, yang mungkin insya Allah selalu dilakukan oleh Hima Jurnalistik seperti mengadakan Bakti Sosial (Baksos).

Tentunya kita berdiri di bawah naungan ilmu jurnalistik maka, seharusnya Hima mampu membuat media internal ataupun ekernal, untuk memberi asupan informasi yang bermanfaat. Hidupkan Mading, dan tentunya web ini. Jurnalpos harus tetap jaya dan lebih kreatif untuk terus eksis memberikan kontribusi untuk web ini.

Bicara masalah media, untuk Presma sekarang tidak begitu repot dan sulit, cukup meneruskan dan mempertahankan web ini http://www.jurnalistikuinsgd.co.nr web ini adalah sebuah titipan dari angkatan 2004 untuk warga jurnalistik UIN, namun, web ini banyak kekurangan diantaranya tidak diberikannya tempat atau kantor jadi, untuk sekarang ini masih simpang siur, dan pengoperasiaanya masih semrawut, dimana pengelola web masih menggunakan uang sakunya sendiri untuk membayar sewa internet.

Mudah-mudahan Presma sekarang atau Hima sekarang 2007-2008 mampu mewujudkan tempat dan fasilitas internet untuk pengoperasian web jurnalistik UIN, dan itu harus diperjuangkan, dan satu lagi jalin kerjasama dengan radio kampus (Mandala) untuk saling memberikan informasi, kalau bisa media ini sebagai sumber berita kampus bagi radio Mandala. Bagaimanapun juga Radio Mandala adalah salah satu media yang termasuk dalam kajian kejurnalistikan, jangan hanya menyajikan musik, tetapi berikan informasi kampus yang actual, selain itu Pers Kampus Suaka harus dijalin kerjasama dengan web ini, tak ada maksud lain selain memperkokoh media kampus, dan mahasiswa jurnalistik harus mampu mengembangkan media yang ada di kampus UIN.

Mudah-mudahan di masa jabatan ke-Presidenan mahasiswa Jurnalistik sekarang mampu memberikan yang terbaik untuk hima Jurnalistik, terlalu berat memang tetapi atas nama kemajuan Hima Jurnalistik Insya Allah semua pasti berjalan dengan lancar.

Dari permasalahan diatas adalah sebagai PR untuk Presma jurnalistik supaya permasalahan tersebut dapat diperjuangkan dan diwjudkan, untuk apa? Tentu saja untuk memenuhi segala keluhan mahasiswa Jurnalistik supaya ketika lulus dan menjadi sarjana siap bersaing dengan sarjana-sarjana lainnya baik masalah imtelektual pemikiran ataupun kemampuan (skill). Berdo’a, berusaha, berpikir, dan bergerak. Selamat untuk Irfan yang telah dipilih sebagai Presiden Mahasiswa Jurnalistik, semoga langkahmu membawa Hima Jurnalistik bermanfaat bagi generasi selanjutnya!!!

Tulisan ini sebagai rangkuman dari obrolan mahasiswa jurnalistik UIN.
Adapun redaksi ikut menambahkan permasalahan yang masih hangat diperbincangkan.
Semoga bermanfaat bagi warga jurnalistik dan kampus kita yang tercinta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: