Click Here to Back

Aku tak ingin hidup biasa

In Artikel on October 16, 2007 at 3:10 pm

OLeh Adi Ginanjar
20 tahun aku telah hidup.. banyak pengalaman yang membuatku terpingkal, sedih, haru, bahagia, bahkan juga yang terlupa.. tapi aku masih haus tentang hidup, aku masih ingin sebanyak-banyaknya menenggak anggur kehidupan..
Terkadang waktu terasa sangat berharga, aktivitas yang kujalani seakan penuh makna, juga terkadang aku seperti bersikap seperti orang tolol, membuang waktu dengan berimajinasi di ruang hampa, membuat lingkaran berpikir yang tak terputus.. berpikir, hanya terus berpikir, tanpa mau bertindak..padahal aku sadar bukanlah pikiran faktor yang paling menentukan dalam mengubah dunia, tapi tindakan yang diiringi oleh proses berpikir..

Ya, mungkin kadang berpikir hanyalah sikap seorang pengecut yang tidak berani menghadapi dunia dengan apa adanya. Keluh kesah ini memang mengasyikkan, bagaimana menggelembungkan sebuah mimpi dari dasar jiwa.. tentang cinta, revolusi, persahabatan, intelektualitas, keluarga, kematian dalam keindahan, dan kehidupan yang penuh arti juga lainnya.

Belum genap 20 tahun, tapi banyak kisah miris yang aku lihat. Bagaimana ketidakadilan ekonomi dan juga sosial terjadi depan mata, bagaimana angkuhnya zaman telah memproduksi orang-orang penuh ambisi individualistis, hingga mereka tak punya lagi cinta yang tulus, bahkan kepada keluarganya sendiri. Banyak anak merasakan pahitnya broken home walau uang bukan jadi masalah bagi mereka, banyak remaja akhirnya kehilangan jati diri dan resah dengan dirinya, karena dia merasa tak nyaman berada di rumah..

Hidup sudah semakin tak manusiawi. Banyak orang berubah menjadi munafik, mereka merasa nyaman hidup dengan tameng. Gerah rasanya ketika kita berbincang dengan orang-orang seperti itu, tapi mereka pun juga butuh perhatian lebih. Terkadang mereka bisa menjadi seperti itu karena mereka takut akan hidupnya, walau kutahu tak ada yang pasti dalam hidup bersosial..terutama dalam menganalisis seseorang..
Banyak orang merasa asing di tengah lingkungannya sendiri.. aku pun pernah merasakan hal yang sama.. aku pernah merakan jadi orang tertindas yang dianggap sebelah mata, aku pernah merasakan bagaimana sakitnya diasingkan oleh kawan sendiri, aku pernah dibohongi perempuan, bahkan bukan sekali, tapi berkali-kali, aku pun pernah ditinggalkan begitu saja oleh orang yang kucintai, saat diri merasa sedang terbang diatas angin.. aku sering merasa tak Nyaman ketika diam di sebuah tempat yang dipenuhi oleh orang-orang berduit yang bermulut tinggi.. Dan aku pun sering merasa bahwa diriku tak berarti.. Aku pernah tak disetujui/dibenci oleh orang tua pacarku, aku pernah dan takkan kusesali..

Namun dibalik itu pun, aku pernah merasakan menindas orang lain, aku sering menghina orang lain dalam setiap canda, aku pernah mencampakkan perempuan, aku pernah menduakan perempuan, aku pernah merasakan dipuja oleh banyak perempuan, dan aku tetaplah menjadi aku..aku bangga dengan diriku.. dan aku masih tak mau hidup hanya sebatas ini, aku masih ingin menyelam lebih dalam tuk melihat apa yang dinamakan orang misteri kehidupan..

Aku bukanlah manusia super, tapi aku pun tak ingin hidup menjadi orang yang minder lalu berujung menjadi seorang pecundang sejati, mudah putus asa, menyerah, cengeng, hahaa.. Mental-mental borjuis kecil yang banyak hinggap di diri remaja kaya, anak papih-mamihnya yang selalu supersibuk mikirin kerjaan.. Seseorang yang didekati kawannya karena dia yang jadi objek porotan, lalu setelah dia tak punya uang ditinggalkan begitu saja.. lalu dicarinya oleh dia benalu baru sebagai teman sementara..
Banyak cerita yang sudah aku dengar dari beberapa kawan.. dan aku bersyukur masih banyak punya kawan.. orang-orang yang bisa menjadi jendela untuk diriku, agar aku bisa melihat dunia lebih luas lagi, selain tentunya dari buku dan media yang lainnya..

Bilakah cinta itu memang hal yang paling indah, yang diberikan hidup pada setiap manusia?? maka kenapa banyak orang meninggalkannya? Mengapa banyak orang lebih memilih harta daripadanya? Mengapa ? mengapa?

Banyak orang yang mengartikulasikan cinta lewat praktek-praktek yang aneh.. dari mulai serba menuntut, serba curiga, dominasi, debat tiada henti, rekreasi, sampai ejakulasi.. Aku bosan dengan cinta pasaran hari ini, aku tak mau punya kekasih standar, hingga kini kumemang sulit untuk jatuh cinta..aku sendirian untuk hal itu, tapi aku tak ingin sendiri dalam perjuangan.. aku ingin melukis dunia dengan keringatku, darahku, airmataku, tawaku, senyumku, bersama kawan-kawan seperjuangan.. Semuanya untuk kemanusiaan.. karena umur manusia itu singkat, tapi kemanusiaan lama, umur percintaan itu singkat, tetapi umur cinta itu lama..

Penulis adalah mahasiswa jurusan jurnalistik semester lima

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: