Click Here to Back

Hima Jurnalistik Dulu, Kini dan Esok

In Opini on September 30, 2007 at 4:33 pm

Oleh: Oki Sukirman

Tak terbantahkan permis yang mengatakan bahwa kampus sebagai sebuah inkubator- tempat melahirkan mahasiswa yang kritis kreatif, progresif. Sementara mahasiswa sebagai bagian dari kampus adalah penyandang gelar agent sosial of change. Mahasiswa merupakan sebuah termenologi yang selalu hangat dan aktual untuk diperbincangkan, sebuah “dunia” yang tak pernah sepi dan surut dalam wacana dan obrolan. Dunia yang penuh lika-liku dan problimatika. Khususnya kita sebagai mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung, yang pastinya duduk di jurusan Jurnalistik (Nu aing tea..) memang tidak luput dari perbincangan itu.

Bicara soal Jurnalistik di UIN Sunan Gunung Djati Bandung, maka sesuatu yang tidak bisa kita lewatkan juga adalah elemen terpenting dalam konstruks Jurnalistik UIN Sgd Bandung itu sendiri. Dan salah satunya adalah Hima atau Himpunan Mahasiswa Jurnalistik. Hima Jurnalistik merupakan organisasi kemahasiswaan yang tentunya “hanya” menampung barudakz jurnalistik, bisa dibilang Hima Jurnalistik merupakan “rumah” atau “kelas” kedua bagi mahasiswa Jurnalistik UIN Sgd Bandung.

Pemberdayaan dan pembangunan Hima Jurnalistik kadang jarang kita perbincangkan. Menurut penulis ini urgen adanya, apalagi saat ini kita merasakan pergerakan mahasiswa jurnalistik hanya berjalan di tempat (atau bahasa kerena mah, Stagnan). Harapannya tentu Hima Jurnalistik menjadi motor penggerak, yang bisa membakar semangat seluruh mahasiswa jurnalistik untuk bergerak dalam memberikan sesuatu yang berguna baik bagi dirinya, organisasi ataupun kampus tercinta kita.

Melalui tulisan ini, penulis tidak muluk-muluk dengan menghamburkan kata-kata dan olah wacana dalam pemberdayan Hima Jurnalistik ke depan. Ini merupakan harapan seorang mahasiswa yang ingin aktif dan mengaktifkan Hima Jurnalistik. Juga merupakan upaya menjadikan Hima Jurnalistik benar-benar menjadi “kelas” kedua, kawah candra dimuka bagi seluruh mahasiswa jurnalistik dimana mereka saling belajar, berbagi dan berkumpul untuk saling sharing cerita, ilmu dan pengalaman. (Yu mari…)

Bagaimanapun Hima Jurnalistik hari ini tak lepas dari Hima Jurnalistik dulu. Kenapa? Sebab sejarah merupakan satu elemen pembentuk masa kini dan esok.
Dalam tradisi Hima Jurnalistik tempo doeloe adalah jurnalistik terkenal dengan kekompakan dan kesolidan (satu hal yang buat penulis bangga sampai hari ini..). Jujur penulis merasakan aura yang berbeda, sewaktu penulis di OPAB dan meng-OPAB dan kegiatan-kegiatan Hima lainnya. Ada satu nilai kekeluargaan yang sangat erat. Canda tawa, kehangatan, kebersamaan menjadi bumbu yang sungguh membuat perasaan penulis seperti menemukan saudara sendiri. Selain itu juga Hima Jurnalistik memang sudah terkenal dengan pergerakan-pergerakannya yang progresif dan terdepan, bahkan sempat penulis mendengar dari kawan mahasiswa lain –tentunya di luar jurnalistik- bahwa dulu Hima jurnalisitk bisa dibilang maung na UIN. Dengan seabreg kegiatan-kegiatan dan pergerakan menjadikan Hima Jurnalistik sebagai Hima yang cukup diperhitungkan. Itu dulu, tapi saat ini dan esok?

Jejak kakak kelas kita terdahulu telah menorehkan tinta emas yang membanggakan. Selanjutnya adalah tugas kita saat ini yang harus melanjutkan perjuangan mereka. Dan Hima Jurnalistik saat telah beranjak satu masa baru, proses estafet perjuangan akan dan sedang dijalankan. Bagaimanapun estafet perjuangan sangat penting sebagai proses pembelajaran dan pendewasaan.

Yang pasti yang menjadi harapan setiap orang adalah bahwa Hima Jurnalistik kini dan esok bisa lebih baik. Toh hidup adalah satu perjalanan untuk menemukan titik yang terbaik. Barang siapa yang hari ini lebih baik dari dari kemarin maka ia termasuk orang yang beruntung dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari kemarin maka ia termasuk orang yang rugi.

Ya mudah-mudahan kita semua barudaks jurnalistik dari semester I, III dan V bisa saling bahu membahu, saling kerja sama dan berkerja sama-sama untuk membangun Hima Jurnalistik ke depan yang lebih baik. Jabat erat, satukan dalam barisan. Mari bergerak!

*Penulis adalah Mahasiswa Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung semester V

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: