Click Here to Back

Rahasia Bahagia

In Artikel on September 13, 2007 at 7:18 pm

Oleh : Sunan
Semua manusia tanpa terkecuali menginginkan kebahagiaan dalam hidup, kebahagiaan itu dicari dengan cara yang berbeda-beda. Banyak Orang yang bersusah payah mencari kebahagiaan, tapi ia tak menemukan juga, meski ia memiliki banyak hal dalam hidupnya. Mengapa hal tersebut bisa terjadi?. Itu karena mereka tidak bisa memaknai apa itu kebhagiaan. Jika anda termasuk orang seperti itu, maka cara pertama yang mesti dilakukan ialah mengubah mainset berpikir anda tentang kebahagiaan.

Kebahagiaan Adalah Makna, kesan, atau dalam bahasa komunikasi disebut sensasi, yaitu sesuatu yang kita persepsi seperti baik-buruk, indah-tidak indah, bagus-jelek, dll. Makna bukan kita terima dari orang lain, melankan kita ciptakan sendiri. Maka, jika orang bisa memaknai sesuatu dalam hidup dengan benar, maka ia akan bahagia.

Kebahagiaan seperti halnya kesan-kesan yang lain , terdapat dalam diri kita sebagai subjek, bukan di luar diri kita. alunan tersebut, sebab itu tidak berlaku bagi orang yang buta, ataupun kondisi jiwanya terganggu. Begitu juga musik, bukan berada pada alat musik, ataupun suara penyanyi, melainkan ada pada telinga dan jiwa kita, buktinya, Keindahan pemandangan bukan berada pada alam, tetapi pada jiwa dan fisik kita yang mengkonsepsi pemandangan. merdunya irama yang tadinya merdu, jadi sangat mengganggu bagi mereka yang sakit gigi, atau sedang marah.

Mengingat kebahagiaan adalah faktor internal dalam diri kita, maka mencarinya harus dengan mengkondisikan,meng-sugesti diri kita agar bahagia. Ketika biasanya anda merasa malas dan mengeluh jika harus berjalan kaki dengan jarak yang cukup jauh, tanamkan dalam diri anda, bahwa saya sedang bahagia, karena bisa melihat banyak ekspresi orang, bisa menyapa tetangga, dan anda menuju sehat dengan berolahraga. Sekali lagi katakan pada diri sendiri saya sedang berbahagia. Jika hati anda tidak menerima keadaan maka tidur anda akan terganggu hanya dengan teriakan anak kecil, tetapi para pegawai pabrik, atau petugas stasion kereta, mereka bisa tidur dengan nyenyak di tengah gemuruhnya suara mesin, itu smeua karena mereka tidak menganggap suara apapun sebagai masalah.

Manusia kadang tidak bisa membedakan antara Kesenangan dan Kebahagiaan, juga antara musibah dan penderitaan. Kesenangan adalah faktor di luar diri, sementara Kebahagiaan adalah ada dalam diri kita, begitu juga musibah adalah faktor di luar diri kita, sedangkan Penderitaan ada dalam diri kita. Ketika anda mendapat kesenangan, itu belum tentu membuat anda bahagia, kecuali jika kita mengkondisikan diri kita untuk bahagia, sebab bisa jadi kesenangan berbuah penderitaan. Musibah belum tentu membuat orang menderita, kecuali ia mengkondisikan dirinya untuk menderita, sebab bisa jadi musibah berbuah kebahagiaan jika orang pandai mengambil hikmah.

Kesimpulannya, bahwa kesenangan tidak berbanding lurus dengan kebahagiaan, juga musibah tidak berbanding lurus dengan penderitaan. Kita sendirilah yang membuat diri kita menderita atau bahagia.

Penulis adalah alumni mahasiswa jurusan jurnalistik Universitas Islam Negeri Bandung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: