Click Here to Back

Wartawan, “Kekerasan dan Kelembutan”

In Berita Aktual on September 6, 2007 at 12:00 pm

AH.Nasution, 3/9 (JURNALPOS) – Profesi seorang wartawan pasti pernah mengalami “kekerasan dan kelembutan” ketika sedang melakukan tugas kejurnalistikannya, banyak wartawan yang diancam bahkan banyak pula wartawan yang di manjakan, begitu juga banyak cerita yang menarik dalam kehidupan wartawan.

Begitu kiranya penjelasan wartawan surat kabar Harian Umum (HU) Galamedia Enton Supriyatna saat bedah buku “Pistol dan Pembalut Wanita”di Aula UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam acara Jurnalistik Fair Van Javaganza.

Enton editor buku “Pistol dan Pembalut Wanita” yang diterbitkan oleh Forum Diskusi Wartawan Bandung (FDWB) menjelaskan masalah judul buku tersebut “Pistol adalah sebagai symbol kekerasan, penuh ancaman dan pembalut wanita sebagai sebuah kelembutan” katanya.

Begitulah kehidupoan seorang wartawan, ada yang pernah di lempar pistol ada juga wartawan yang pernah dikirim pembalut wanita oleh kantor redaksinya ketika itu seorang wartawan membutuhkan makanan ketika sedang meliput Tsunami di Aceh kemudian meminta ke kantornya untuk dikirimkan makanan, namun apa yang dikirim bukannya makanan tapi justru dikirim pembalut wanita, katanya menceritakan pengalam hidup wartawan lain yang meliput di Aceh.

Buku ini sangat menarik untuk dibaca bagi masyarakat umum maupun bagi calon jurnalis yang ingin mengetahui sisi kehidupan wartawan, selain itu buku ini menghimpun trik dan penagalaman liputan, kata Enton menjelaskan buku tersebut dihadapan ratusan pengunjung, bedah buku tersebut menghadirkan pembicara lain dari Fikom Unpad Drs Aceng Abdullah dari Fikom Unpad dengan moderator Alumni Jurnalistik UIN Bandung.

Menurut Enton buku ini ditulis oleh para wartawan “Selama ini wartawan hanya bisa menulis orang lain, namun dalam buku ini mencoba wartawan untuk menuliskan dirinya sendiri”.

Kehidupan wartawan penuh dengan resiko dan juga banyak cerita yang menarik dari cerita lucu, mistis sampai cerita yang mengancam jiwa seorang wartawan, maka dalam buku “Pistol dan Pembalut Wanita” menceritakan bagaimana kehidupan seorang wartawan selama melaksanakan tugas Jurnalistik, katanya.

Sementara Aceng Pembicara dari Fikom Unpad menambahkan banyak pengalaman yang menarik dalam kehidupan wartawan, maka membeli dan membaca buku “Pistol dan Pembalut Wanita” tidak akan menyesal, pembaca akan mengetahui kehidupan wartawan dan tidak akan bosan membacanya, kata Aceng sedikit mempromosikan.

Namun, dalam acara bedah buku ini Aceng dan Enton membagikan 3 buah buku “Pistol dan Pembalut Wanita” kepada para pengunjung namun, pembagian buku itu tidak secara Cuma-Cuma, ada syaratnya yaitu dengan menjawab pertanyaan dari pembicara.

Sementara Pemimpin Redaksi (Pemred) media online Jurnalistik UIN Feri Purnama mendapatkan buku dari Enton tentunya dengan menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh pembicara. (547/JP)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: