Click Here to Back

Meutya Hapid “Nyawa Itu No.1”

In Berita Aktual on September 4, 2007 at 11:21 am

A.H. Nasution, 3/9 (JURNALPOS) – Menjadi Jurnalis banyak tantangannya terkadang nyawa adalah taruhannya. Namun, jurnalis juga manusia harus bisa mempertahankan hidupnya saat bertugas di daerah rawan yang mengancam jiwa jurnalis.

“Nyawa itu nomor satu yang harus dipertahankan seorang jurnalis” Kata Pembaca Berita Metro TV Meutya Hapid saat mengisi acara di Jurnalistik Fair Van Javaganza di Aula Universitas Islam Negeri Bandung. Yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurnalistik UIN Bandung.

Meutiya menambahkan terkadang jurnalis suka mengabaikan keselamatan jiwanya ketika sedang bertugas kejuranlistikannya “harus ada antisipasi ketika meliput di daerah yang rawan. “saya menyarankan pada organisasi-organisasi atau media-media besar supaya memperhatikan keselamatan jiwa jurnalis, seharusnya media memperhitungkan terlebih dahulu ketika menugaskan jurnalisnya” katanya.

Sementara itu Ia menyarankan pada semua yang hadir di Aula yang sebagian besar adalah mahasiswa jurnalistik agar memperhitungkan keselamatan ketika nanti meliput didaerah yang berbahaya, dipikirkan kembali bahwa apa yang akan dilakukan untuk mendapatkan data jangan sampai mengancam jiwa sendiri.

Namun, bagaimanapun juga apa yang dilakukan jurnalis adalah sebagai amalan, dan jika mati-pun adalah jihad, sementara seorang jurnalis juga bisa diberitakan “jurnalis yang bekerja mencari berita, bisa juga diberitakan bagaimanapun juga jurnalis tidak memilki banyak nyawa” katanya. (547/Jurnalpos)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: