Click Here to Back

Koreksi Brosur Profil Fakultas Dakwah UIN SGD Bandung

In Opini on June 16, 2007 at 9:45 pm

SETIAP tahun ajaran baru, hampir seluruh sekolah-sekolah atau perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, selalu membuat brosur tentang profil dari sekolah/perguruan tingginya masingmasing. Tak terkecuali UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Di UIN SGD Bandung untuk tahun akademik sekarang, seluruh fakultas yang ada membuat profilnya masing-masing. Salah satunya adalah Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Sebagai salah satu elemen yang ada di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, saya sangat kaget dan heran setelah melihat dan membaca tentang profil Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung.

Di profil tersebut dimuat berbagai hal mengenai Fakultas Dakwah dan Komunikasi, seperti tentang sejarah berdirinya, visi dan misi, program studi, fasilitas, serta pimpinan dan dosen-dosennya. Yang membuat saya cukup kaget dan heran adalah tentang fasilitas yang ada di fakultas. Di sana dituliskan Fakultas Dakwah itu terdiri atas ruang kuliah yang leluasa, nyaman, serta dilengkapi sarana perkuliahan yang modern, ruang kantor tata usaha yang modern dan aksesibel,laboratorium televisi, radio, dan teknologi tepat guna berperangkat komputer, fasilitas internet, pusat praktik kerja sama dengan pemerintah, perusahaan, media massa, NGO, dan lapangan kerja potensial.

Namun, kenyataannya fasilitas yang dituliskan pada profil fakultas sangat jauh berbeda dengan keadaan yang sebenarnya. Sebagai contoh, di sana dijelaskan bahwa “ruang perkuliahan yang leluasa dan nyaman serta dilengkapi sarana perkuliahan yang modern”. Itu semua bohong besar. Di sini perlu saya garis bawahi bahwa kenyataan yang ada adalah ruang perkuliahan tidak dilengkapi sarana perkuliahan modern seperti OHP atau infocus. Malah bila ingin memakai infocus saat perkuliahan,
saya dan teman-teman atau dosen harus menyewa infocus ke luar kampus.

Kedua, ialah tentang lab TV dan radio. Di Fakultas Dakwah memang memiliki lab TV dan radio. Namun kenyataan berkata lain, lab TV tidak berfungsi dan tidak bisa digunakan mahasiswa untuk praktik mata kuliah tertentu, dan memang tidak ada lab televisi. Dari awal kuliah di jurusan jurnalistik, saya belum pernah menggunakan lab televisi. Terus, yang paling menyedihkan lagi ialah di dalam profil dituliskan bahwa lab dilengkapi teknologi tepat guna berperangkat komputer. Sekali lagi, itu bohong besar. Jangankan teknologi berperangkat komputer, kamera SLR (single lens reflexs) saja pihak fakultas hanya memiliki satu, dan kamera handycam saja tidak punya. Jadi, intinya semua yang dituliskan pada brosur fakultas tentang fasilitas Fakultas Dakwah dan Komuni-kasi semuanya tidak sesuai dengan kenyataannya.

Saya selaku mahasiswa yang kuliah di salah satu jurusan yang ada di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, merasa sedih dan malu. Bila orang membaca brosur ini, mereka akan mengira bahwa fasilitas di fakultas ini bagus dan lengkap. Melalui web jurnal ini, saya mengimbau kepada pihak fakultas, khususnya Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung, jika menuliskan sesuatu itu harus benar dan objektif, jangan ditambah-tambah atau dilebih- lebihkan. Sebab, hal ini sama saja dengan pembohongan publik. Agama kita juga melarang kalau berbicara itu janganlah berbohong harus jujur. Mudah-mudahan Anda menerima kritikan dari salah satu mahasiswa Anda ini.

[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: