Click Here to Back

Nanat Kembali Jadi Rektor UIN

In Berita Aktual on June 15, 2007 at 5:06 pm

AH.Nasution, 15/06 (JURNALPOS)–Salam perubahan, kampus UIN merupakan salah satu lembaga pendidikan formal yang mengemban amanat untuk membebaskan alam berpikir manusia dari kebodohan dan mampu mengantarkannya sampai gerbang pembebasan diri dari belenggu-belenggu hitam yang menjerat kehidupan umat manusia teriak salah satu orator saat pemilihan Rektor UIN SGD Bandung periode 2007-2011 .

‘Aksi mahasiswa memenuhi pelataran Al-Jamiah diantaranya Forum Mahasiswa Merdeka, Partai Kampus Merdeka, Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia UIN SGD, Keluarga Mahasiswa Angkatan 2006-2007, yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Kampus (AMPK)’.

‘Menuntut rektor UIN SGD Bandung supaya, 1) Benahi supra dan infra struktur UIN yang carut marut. 2) Hapuskan dana praktikum. 3) Lengkapi isi perpustakaan UIN. 4) Benahi fasilitas kampus. 5) Selesaikan kasus di Fakultas Psikologi. 6) Tinjau kembali Dosen dan Asdos UIN. 7) Libatkan mahasiswa dalam pengambilan kebijakan-kebijakan. 8) Fasilitasi gedung pementasan. 9) Benahi tempat parkir. 10) Transparansi dan fungsikan dana Ikomah dan yayasan. 11) Hantam skandal nilai, skripsi dan munaqosah yang merugikan mahasiswa. 12) Berikan kebebasan kreativitas intelektual mahasiswa. 13) Berikan beasiswa kepada mahasiswa yang tepat. 14) Berikan kebebasan Pers mahasiswa’, tandas orator.

Perhelatan ini terus berlangsung sebelum penandatangan nota kesepakatan kerjasama antara calon Rektor dan mahasiswa tercapai.

Tidak sampai disitu, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) UIN SGD Bandung ikut melakukan hal yang sama.

`Setiap pemimpin pasti diminta pertanggung jawaban atas kepemimpinaya itu. Demi terciptanya stabilitas kampus besar harapan kami seluruh anggota senat dapat memperhatikannya,` tegas KAMMI

KAMMI mengajukan kriteria calon Rektor sebagai berikut : 1) Tidak sedang atau akan melakukan korupsi. 2) Tidak terlibat skandal gelar. 3) Siap menghapus praktek KKN di Kampus UIN. 4) Siap menghapus paham Sekulerisme, Pluralisme dan Liberalisme. 5) Siapa melibatkan mahasiswa dalam mengambil kebijakan yang berdampak terhadap mahasiswa. 6) Bersedia melakukan transparansi dana pada setiap pemungutan yang telah dilakukan kepada mahasiswa seperti dana poliklinik, dana Ikomah, dan dana praktikum dengan sejelas-jelasnya. 7) Siap melakukan kontrak politik dengan mahasiswa.
Dalam pemilihan Rektor yang dipilih oleh senator (47 orang) itu terdapat tiga calon diantaranya : Prof. Dr. H Nanat Fatah Natsir, M.S, Prof Rahmat Syaf\’ie (Pembantu Rektor I) dan Dr Oyo Sunaryo M.Ag (Dosen Fakultas Syariah dan Hukum).
Dari ketiga calon itu, Nanat menduduki kursi Rektor dengan mendapatkan 28 suara. Rahmat, 11 suara, dan Oyo tidak mendapatkan suara sama sekali.

Setelah berjam-jam mahasiswa menduduki halaman depan Al-Jamiah dan berteriak sambil terus membacakan tuntutan, orasi serta menyuarakan yel-yel; bangkit, lawan hancurkan tirani.

Akhirnya pihak Rektorat bersedia mengabulkan permintaan mahasiswa untuk melakukan audiensi di depan gedung Al-Jamiah.
Mohon maaf sekali, dengan tidak mengurangi rasa hormat kepada mahasiswa. Mengenai penuntutan mahasiswa akan kita bicarakan hari senin di Aula bersama seluruh mahasiswa atau di Ruang Sidang Rektorat, ungkap Nanat.

(Feri, zarien Jurnalpos)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: