Click Here to Back

Saya Ini Pejuang!

In Feature on June 7, 2007 at 6:29 am

Oleh Feri Purnama
Saya ini pejuang! itulah ucapan yang sering kakek saya ucapkan untuk negeri ini seringkalii kata pejuang yang membuat saya teringat akan waktu kekek ikut berjuang melawan penjajah jepang yang akhrnya menyerah dan kemerdekaan kni diraih oleh Indonesia kata merdeka membuat hati ini bergetar sekaliigus bangga hingga air mata yang keluar dari mata tak bisa tertahankan lagi.

Kisah ini saya tulis untuk mengenang hari pahlawan 10 November sekaliigus saya cucu dari kakek saya seorang pejuang 45. Saya terinspirasi untuk menulis kisah kakek saya semasa hidupnya beliau suka bercerita tentang perjuangannya melawan penjajah atau bercerita setelah kemerdekaan, beliau selalu bercerita tentang suka-cita sebagai pejuang. Diakhir cerita beliau suka mengungkapkan kesedihannya karena beliau tidak mendapatkan dana pensiunan dari pemerintah tidak seperti teman seperjuangannya yang mendapatkan pensiunan dari pemerintah atas perjuangannya membela bangsa diwaktu penjajahan dulu.

Kisah ini saya ceritakan kembali dari kakek saya seorang pejuang tapi kakek saya kini sudah meninggal bulan November tahun 1998. kakek saya salah satu pejuang yang tidak mendapatkan dana pensiunan dari pemerintah, seperti halnya teman-teman seerjuangannya. Awal kisah perjuangannya akan saya ceritakan kembali, sebelumnya saya minta maaf bila ada kesalahan tempat atau nama dalam kisah ini karena saya hanya menceritakan kembali seperti apa yang telah kakek saya ceritakan. Berikut kisah ini saya tulis.

Fardi, nama kakek saya, beliau sudah lama tinggal di Cicalengka Kab. Bandung Jawa Barat beliau orangnya ramah, pendiam, penyabar yang saya tahu beliau belum pernah marah apalagi memarahi anaknya atau cucunya cara didiknya sangat lembut tidak terlalu keras pada cucunya ataupun pada anaknya sendiri apalagi pada istrinya. Yang menonjol dari sikap kakek saya adalah mengalah, itulah yang selama ini saya lihat.

Kemerdekaan diraih oleh bangsa Indonesia setelah jepang menyerah karena Negaranya diBom oleh sekutu sehingga mendapatkan perintah dari pemerintahan Jepang bahwa warga Jepang yang ada diseluruh pelosok Dunia agar kembali ke Negaranya. perintah itu disampaikan melalui Radio.

Merdeka! Itulah ungkapan suara yang sering kakek saya ucapkan ketika Soekarno memutuskan melalui Radio bahwa Indonesia sudah Merdeka. Teriakan Merdeka setiap warga Indonesia membuat bangga, gembira sekaligus terharu berikut perasaan saya (kakek) menangis karena mendengar kata merdeka tangisan bersama-teman-teman seperjuangannya tidak tertahankan lagi.

Setelah kemerdekaan, ada perintah dari panglima Jenderal Sudirman supaya para Pejuang mendaftarkan diri untuk menjadi TNI karena ada keputusan dari panglima Jenderal Sudirman maka saya mendaftarkan diri dan mengikuti latihan tentara, setelah beres latihan dengan pangkat prajurit dua dengan kesatuan yang bernama PASOPATI.

Setelah beberapa tahun menjadi Tentara, saya mengajukan untuk mengundurkan diri dari TNI dengan alasan sering sakit-sakitan.

Atas pengunduran diri dari kesatuan, TNI memberikan surat pembuktian bahwa saya pernah menjadi TNI dan pernah menjadi pejuang. Tapi sayang surat-surat itu hilang entah kemana sampai sekarang belum ditemukan, dengan hilangnya surat tersebut, kehilangan surat tersebut sudah tidak dihiraukan lagi sampai bertahun-tahun.

Setelah pergantian pemimpin yaitu Presiden Soekarno dan diganti menjadi Soeharto. Setelah pergantian dari massa orde lama menjadi orde baru, Presiden Soeharto menginstruksikan tahun 1967/1968 kalau tidak salah. bahwa “siapa yang pernah menjadi pejuang atau lebih jelasnya pernah berjuang, berperang, melawan penjajahan pada waktu itu, maka harus mendaftarkan diri untuk didata kembali ke tiap Koramil daerah masing-masing” keputusan tersebut Presiden Soeharto memerintahkan agar semua yang daptar untuk “dikaryakan” dulu sebelum mendapatkan dana pensiunan yaitu Wajib Bela Umum (Wabelu) lalu ditugaskan didaerah Cicalengka termasuk menjaga keamanan ditiap pusat keramaian yaitu Pasar yang berada di Cicalengka dengan dibekali senjata. penugasan tersebut berlangsung sampai Tiga Bulan. Setelah dikaryakan beberapa Tahun kemudian ada intruksi lagi dari Presiden Soeharto yaitu “Bahwa setiap pensiunan harus pemutihan Tahun 1981. maksud pemutihan tersebut memilih mana pejuang dan mana pensiunan, baik pensiunan tentara atau polisi”.

Pemutihan itu dilaksanakan ke Jakarta saya tidak pergi ke Jakarta karena tidak mempunyai ongkos atau buat bekal selama di Jakarta. Dalam hati sangat ingin sekali berangkat ke Jakarta tapi sayang tidak diberi ijin oleh ‘Mak (istri kakek) katanya buat apa ke Jakarta lebih baik diam saja dirumah kesana itu harus memakai uang, akhirnya saya mengalah karena tidak mau bertengkar.

Berawal dari itu ketidak dapatan dana Pensiunan, tapi beberapa tahun kemudian pernah mengajukan untuk mengurusi supaya mendapatkan dana kepensiunan tapi tidak dihiraukan dan dipersulit karena tidak memiliki bukti-bukti yang jelas, setelah pengajuan itu akhirnya kakek saya tidak memperdulikannya lagi saking pusingnya.

Kisah ini seperti yang telah saya ceritakan dari awal, bahwa ini hanya kisah kakek saya yang dulu pernah menjadi pejuang, pejuang yang tidak mendapatkan dana pensiunan. Mudah-mudahan kisah ini ditulis bisa mewakili curahan hati kakek saya dan para pejuang yang senasib dengan kakek saya pada pemerintah Indonesia.

Semoga perjuangan beliau menjadi suatu amal untuk bangsa ini dan pahala yang diberikan oleh Allah SWT. Atas keberaniannya membela Bangsa dan Negara terlepas dari penjajahan.semoga amal baik beliau bisa diterima dan ditempatkan di tempat istimewa oleh Allah SWT. Amin.

penulis adalah mahasiswa jurusan jurnalistik UIN SGD Bandung, IPF (Independen Press Foto), BATIC alumni angkatan XII
Catatan : Pernah dimuat di Surat kabar harian Galamedia di Rubrik Kisah (14 November 2006)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: