Click Here to Back

Gebyar Ekonomi Syariah

In Berita Aktual on June 4, 2007 at 5:26 pm

A.H Nasution–Gebyar pernak pernik ekonomi syari’ah se-jawabarat 2007. Acara yang digelar oleh mahasiswa D3 (Diploma 3) jurusan Manajemen Keuangan Syari’ah (MKS) dengan tema “Menggali Potensi Untuk Membangun Profesionalisme dalam Bidang Ekonomi Syari’ah”. (4/06)

Menghadirkan dua narasumber untuk seminar terbuka. Aries Muftie (Ketua Masyarakat Ekonomi Syari’ah) serta Ir. Muhammad Syakir Sula, AAIJ (Pakar Asuransi Syari’ah) untuk seminar ekonomi Islam dan perbankan Syari’ah dengan tema “Rekontruksi dan Implementasi Sumber Daya Manusia Di Lembaga Keuangan Syari’ah yang Berkualitas dan Profesional”

Juga dua narasumber dalam bidang “Training Kewirausahan Berbasis Syari’ah” Abdurahman Yuri (Praktisi Wirausaha Berbasis Syariah), Andri Madsa (Trainer Motivasi Termuda Di Indonesia)

Pemaparan dalam seminar, Ketua Masyarakat Ekonomi Syari’ah Aries Muftie mengatakan

‘Hijrah ke Sistem Ekonomi Syariah dan Etika Bisnis Syariah merupakan Pemulihan
ekonomi yang bertujuan mengembalikan tingkat pertumbuhan dan pemerataan memadai dan berkeadilan serta tercapainya pembangunan berkelanjutan.’

‘Tujuan tersebut hanya dapat dicapai dengan pcngelolaan sumber daya alam yang menjamin daya dukung lingkungan dan pelestarian alam. Sejauh ini, sumber daya alam dikelola dengan tidak terkendali yang mengakibatkan kerusakan lingkungan serta menggangu kelestarian alam yang akhirnya mengurarangi daya dukung dalam melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan. Hal ini terjadi karena manusia tidak lagi melupakan khalifatul fil ard (penguasa di bumi yang mewakili Allah SWT). Manusia sudah tidak ber-Ahklakul kharimah atau menjalankan etika bisnis syariahnya dalam mengelola bumi dan isinya,’ Ujar Aries.

‘Terkait dengan hal itu, maka kita harus mengusahakan sesuatu sebelum semuanya terlambat agar negara ini tetap eksis. Bukankah Allah telah memeberikan nikmat-Nya yang demikian besar ?. Indonesia adalah negeri yang kaya dengan sumber daya alam seperti tanah yang subur, hutan yang lebat, lautan yang luas. Hasil minyak dan gas bumi yang melimpah, emas dan barang tambang yang meruah dan lain-lain, ‘ tambahnya.

Senada dengan Gina mahasiswa D3 jurusan MKS ini, saat ditemui JurnalPOS. Setelah mengikuti seminar terbuka dan menanggapinya.

‘Kita Belajar dari masa lalu pada saat Rasulullah SAW dan para sahabatnya menjalakan perekonomian, dan masa kini, kesuksesan bangsa lain seperti Cina serta Malaysia, maka Pemerintahan sekarang sudah waktunya untuk mencanangkan Sistem Ekonomi Syariah dan Etika Bisnis Syariah, agar kita sebagai bangsa tidak selalu menjadi objek sedekah atau pelecehan bangsa lain dan terlebih itu jangan menjadi bangsa yang akhirnya saling menghancurkan dirinya serta lingkungannya sendiri.’

‘Saat ini ekonomi Syari’ah makin berkembang, terlebih lagi perbankan syari’ah dan asuransi syari’ah. Ini semua merupakan amanah yang tidak boleh kita sepelekan. Kita harus persiapkan sedini mungkin untuk mengelola amanah ini, karena di dunia ini sesungguhnya tidak ada sesuatu yang terjadi berdasarkan kebetulan belaka, baik dari sisi dampaknya (ukuran) maupun tempat dan kapan terjadinya,’ tandas Gina

Berbeda dengan Dudi mahasiswa semester enam Fakultas Syari’ah mengatakan

‘Tahun ini, mungkin kita kesal karena walaupun Ekonomi Syariah sudah berkembang khususnya Perbankan Syariah, kok keberpihakan Pemerintah khususnya terhadap pendanaan syariah tidak seperti yang kita harapkan, kok keberpihakan pemerintah khususnya terhadap pendanaan syari’ah tidak seperti yang kita harapkan.’

SUN Syariah tidak ada walaupun Pemerintah sudah berjanji segera, sementara Singapura sudah mempunyai sukuk yang di fasilitasi Pemerintah, SUP Syariah tidak ada, kok dana PKBL untuk syariah belum turun. Tentu tidak turunnya itu ada hikmahnya, walaupun mungkin kesalahan kita sendiri yang kurang
mempersiapkannya. Namun hikmahnya itu tidak pernah kita ketahui dengan pasti, karena pengetahuan kita memang terbatas. Begitu juga terhadap diri kita. Kalau ada sesuatu terjadi pada kita, misalnya Laba Bank Syari’ah dimana tempat kita bekerja meningkat pesat, berkat saya, namun kok kita malah dirotasi, oleh karena itu kita merasa tidak nyaman. Kita marah dan sedih, kita mengumpat, katanya syaria’ah lebih zalim daripada konvensional dan dampaknya etos kerja kita menurun. Tambahnya.

*zarien jurnalPOS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: