Click Here to Back

Menulis Artikel Ilmiah Populer

In Menulis on May 20, 2007 at 1:09 pm

I. PROLOG

* Menulis itu ibarat naik sepeda. Tidak ada teori dan teknik khusus yang bisa menjadikan seseorang mahir naik sepeda kecuali latihan dan “kebiasaan”.
* Menulis juga ibarat berenang. Sesering apa pun Anda membaca buku-buku atau menyimak ceramah tentang teknik berenang, Anda tidak akan bisa menjadi perenang jika tidak “nyebur” langsung di kolam renang dan berlatih.
* Writing is a prosess — Kerja intelektual yang membutuhkan keahlian khusus (writing technique), latihan, kejelian, daya nalar, wawasan, referensi, etika, waktu, dan… kesabaran.
* Communication is the Goal. The reason for putting words on paper in the first place is to communicate, to convey ideas, information, or impressions from your mind to the minds of your readers.
* Clarity is the Keynote of Good Writing. The goal of communication is clarity. What you have written has not be misunderstood.

II. KARAKTERISTIK

1. Opini subjektif penulis disertai fakta-data dan teori pendukung tentang suatu masalah atau peristiwa.
2. Bahasan dan bahasa ilmiah (tunggal makna, tidak remang nalar, ataupun mendua) yang digunakan sesuai dengan dengan “selera pop” –gaya bahasa media massa (bahasa jurnalistik = komunikatif, to the point, sederhana, singkat, jelas, dan efektif/hemat kata/economy of words).
3. Sarana komunikasi antara ilmuwan dan masyarakat (orang awam).
4. Bukan hasil penelitian lengkap. Prinsip utama: mencari sudut pandang yang unik dan cerdas, serta menggugah rasa ingin tahu pembaca.
5. Menerjemahkan ilmu yang njelimet ke dalam bahasa yang dimengerti secara umum.
6. Mudah dicerna karena berkaitan erat dengan kejadian sehari-hari.
7. Memperkenalkan ilmu atau temuan baru serta mengaitkan dengan kebutuhan masyarakat.

III. STRUKTUR TULISAN

1. Head – judul.
2. By Line – nama penulis.
3. Intro – pendahuluan (lead).
4. Bridging – penghubung intro dengan isi tulisan, berupa identifikasi masalah atau peryanyaan.
5. Body – isi tulisan atau uraian yang biasanya terdiri atas sub-subjudul,
6. Ending – penutup; biasanya berupa kesimpulan, ajakan berbuat sesuatu, atau pertanyaan tanpa jawaban

IV. WRITING PROCESS – TAHAPAN MENULIS

1. Perencanaan — Observasi, mencermati kejadian (dimensi dinamis) secara langsung ataupun via media massa, eksplorasi, membuat pertanyaan (mengapa, apa sebenarnya), melakukan interview dengan ahli atau ngobrol dengan teman, dan membaca referensi.
2. Memilih Topik — Kriteria: aktual, faktual, penting, menarik, dan mengandung hal baru; What are you going to write? Probably the most difficult part of the writing process is planning what to say: finding central idea, narrowing your topic, and finding a point.
3. Outlining — Menyusun garis besar tulisan: pendahuluan, uraian/analisis, solusi atau alternatif pemecahan masalah.
4. Free Writing – Composing First Draft — Menyusun naskah kasar (rough draft) – menuangkan dalam tulisan semua gagasan dan data yang ada dalam pikiran saat itu, tanpa “melirik” dulu outline dan referensi, sesuai dengan ide utama yang hendak disampaikan.
5. Menyusun Pendahuluan – Intro — Bisa memaparkan secara singkat kejadian atau isu aktual; mengutip pernyataan seorang pejabat/tokoh yang menarik untuk dikaji lebih dalam esensi dan implikasinya; Intro (leading, pembukaan, pendahuluan) harus merangsang motivasi pembaca. Leading memuat informasi singkat apa isi tulisan, tapi bukan rangkuman yang mengurai semuanya. Setelah membaca leading seharusnya masih tersisa sejumlah pertanyaan yang memotivasi pembaca mengetahui jawabannya dalam tubuh tulisan.
6. Menyusun Tubuh Tulisan – Body — Setelah pendahuluan, dapat langsung menukik pada inti masalah sekaligus analisis masalahnya, termasuk paparan fakta-data, teori; Lazimnya ibagi dalam beberapa subjudul –bukan numerasi dan pembagian bab sebagaimana layaknya karya ilmiah lengkap seperti laporan hasil penelitian, skripsi, tesis, atau disertasi; Biasanya berpola “Induksi-Deduksi” –dimulai dari informasi atau fakta-fakta khusus untuk menentukan kesimpulan yang berlaku umum/teori/kebijakan.
7. Editing — Menyusun ulang tulisan disesuaikan dengan outline; Koreksi substansi dan redaksi (kata, istilah, kalimat) semua bagian tulisan, termasuk data dan sumber rujukan.*

* ASM. Romli, makalah pada diklat menulis di Quadrant Writing Institute, Universitas Kebangsaan (UK) Bandung, April 2007.

  1. Bagus juga ini tulisan,sangat mengena,tidak basa basi.
    sip maju terus.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: