Click Here to Back

Seputar Indonesia

In Surat Pembaca on April 14, 2007 at 9:47 pm

Koreksi Brosur Profil Fakultas Dakwah UIN SGD Bandung
Minggu, 17 Juni 2007
SETIAP tahun ajaran baru, hampir seluruh sekolah-sekolah atau perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, selalu membuat brosur tentang profil dari sekolah/perguruan tingginya masingmasing. Tak terkecuali UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Di UIN SGD Bandung untuk tahun akademik sekarang, seluruh fakultas yang ada membuat profilnya masing-masing. Salah satunya adalah Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Sebagai salah satu elemen yang ada di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, saya sangat kaget dan heran setelah melihat dan membaca tentang profil Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung.

Di profil tersebut dimuat berbagai hal mengenai Fakultas Dakwah dan Komunikasi, seperti tentang sejarah berdirinya, visi dan misi, program studi, fasilitas, serta pimpinan dan dosen-dosennya. Yang membuat saya cukup kaget dan heran adalah tentang fasilitas yang ada di fakultas. Di sana dituliskan Fakultas Dakwah itu terdiri atas ruang kuliah yang leluasa, nyaman, serta dilengkapi sarana perkuliahan yang modern, ruang kantor tata usaha yang modern dan aksesibel,laboratorium televisi, radio, dan teknologi tepat guna berperangkat komputer, fasilitas internet, pusat praktik kerja sama dengan pemerintah, perusahaan, media massa, NGO, dan lapangan kerja potensial.

Namun, kenyataannya fasilitas yang dituliskan pada profil fakultas sangat jauh berbeda dengan keadaan yang sebenarnya. Sebagai contoh, di sana dijelaskan bahwa “ruang perkuliahan yang leluasa dan nyaman serta dilengkapi sarana perkuliahan yang modern”. Itu semua bohong besar.Di sini perlu saya garis bawahi bahwa kenyataan yang ada adalah ruang perkuliahan tidak dilengkapi sarana perkuliahan modern seperti OHP atau infocus. Malah bila ingin memakai infocus saat perkuliahan,saya dan temanteman atau dosen harus menyewa infocus ke luar kampus.

Kedua ialah tentang lab TV dan radio. Di Fakultas Dakwah memang memiliki lab TV dan radio. Namun kenyataan berkata lain, lab TV tidak berfungsi dan tidak bisa digunakan mahasiswa untuk praktik mata kuliah tertentu, dan memang tidak ada lab televisi. Dari awal kuliah di jurusan jurnalistik, saya belum pernah menggunakan lab televisi. Terus, yang paling menyedihkan lagi ialah di dalam profil dituliskan bahwa lab dilengkapi teknologi tepat guna berperangkat komputer. Sekali lagi, itu bohong besar.Jangankan teknologi berperangkat komputer, kamera SLR (single lens reflexs) saja pihak fakultas hanya memiliki satu, dan kamera handycam saja tidak punya. Jadi, intinya semua yang dituliskan pada brosur fakultas tentang fasilitas Fakultas Dakwah dan Komuni-kasi semuanya tidak sesuai dengan kenyataannya.

Saya selaku mahasiswa yang kuliah di salah satu jurusan yang ada di Fakultas Dakwah dan Komunikasi, merasa sedih dan malu. Bila orang membaca brosur ini, mereka akan mengira bahwa fasilitas di fakultas ini bagus dan lengkap. Melalui surat pembaca ini, saya mengimbau kepada pihak fakultas, khususnya Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung, jika menuliskan sesuatu itu harus benar dan objektif, jangan ditambah-tambah atau dilebih- lebihkan. Sebab, hal ini sama saja dengan pembohongan publik. Agama kita juga melarang kalau berbicara itu janganlah berbohong harus jujur. Mudahmudahan Anda menerima kritikan dari salah satu mahasiswa Anda ini. Ajat Sudrajat NIM 204 204 522 Mahasiswa Jurnalistik Semester VI Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung

Batalkan Pengadaan Laptop DPRD Kota Bandung
Sabtu, 14/04/2007

PENGADAAN laptop bagi para wakil rakyat di DPR akhirnya dibatalkan juga. Wajar bila kita “angkat topi” untuk sikap DPR tersebut. Namun, entah latah atau apa, para wakil rakyat di Kota Bandung malah menginginkan laptop tersebut. Berdasarkan informasi yang ada di surat kabar nasional ataupun lokal, sebanyak 20 laptop dengan harga Rp25 juta per laptop akan segera menjadi hak milik anggota DPRD Kota Bandung.
Melihat sikap dari wakil rakyat yang ada di Kota Bandung semakin membuat saya tidak mempercayai mereka.Seharusnya mereka sadar, di tengah keadaan bangsa ini yang setiap bulannya tak henti dirundung bencana, mereka malah meminta lebih dari rakyat yang telah memilihnya dengan menginginkan laptop. Seperti yang kita ketahui bersama, anggaran untuk pengadaan laptop tersebut diambil dari APBD Kota Bandung, yang mana APBD tersebut diambil dari kerja keras rakyat Bandung.
Tanpa rasa malu para wakil rakyat tersebut malah menggunakan APBD tersebut untuk pengadaan laptop mereka. Alangkah baik dan bijaksananya bila anggota DPRD Kota Bandung membeli laptop tersebut dari saku kantong mereka sendiri, bukan menggunakan dana APBD Kota Bandung. Sebab, kalau kita pikir kembali pengadaan dana untuk membeli laptop, akan sangat berguna bila dialihkan untuk dana pendidikan atau dana bencana alam. Anggota Dewan yang terhormat, kalau ingin laptop, belilah dengan uang sendiri. Apakah gaji dan dana tetek bengek setiap bulan yang mereka terima belum cukup untuk membeli laptop? Melalui surat pembaca ini, saya berharap anggota DPRD Kota Bandung dapat menerima kritikan membangun dari rakyat yang memilihmu ini.Terima kasih! AJAT SUDRAJAT Mahasiswa Jurnalistik Semester IV Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung

Cibiru–Ujungberung Perlu Trotoar
Jum’at, 13/04/2007

TERLEPAS dari rendahnya kesadaran masyarakat dan banyaknya pengalihan fungsi penggunaan terhadap trotoar dan jembatan layang, tetapi di tempat-tempat tertentu keberadaannya sangat diperlukan demi meminimalisasi kecelakaan. Berkaitan dengan hal ini, untuk Jln AH Nasution mulai bundaran Cibiru sampai Ujungberung belum ada trotoarnya, khususnya untuk lingkungan kampus UIN Bandung.
Sebab, wilayah ini dalam setiap harinya sering dipergunakan mahasiswa yang notabene tingkat mobilisasinya cukup tinggi. Dengan ketidaktersediaan trotoar ini, para mahasiswa saat berjalan sering menggunakan jalanan untuk kendaraan, padahal volume kendaraan yang menggunakan jalan ini sangat tinggi,selain memang mengganggu kendaraan yang lewat juga rentan akan adanya bahaya kecelakaan. Untuk menghindari hal ini, perlu adanya pembuatan trotoar di sepanjang jalan ini. Kami mohon Dinas Perhubungan dan Pemerintah Kota Bandung untuk memperhatikannya demi kenyamanan dan keselamatan pejalan kaki.
Dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya juga mengimbau kepada instansi yang berwenang untuk mempertimbangkan hal ini dan menjadikannya prioritas. Mengingat, nilai dari adanya trotoar di wilayah ini akan sangat efektif dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar, juga akan menambah estetika nilai keindahan. ZAENAL MUTAKIN Mahasiswa Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: