Click Here to Back

Kapita Selekta Komunikasi

In Kapita Selekta Komunikasi on March 27, 2007 at 9:38 am

Komunikasi Antar Budaya
BAB 8

KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA DALAM PRESPEKTIF TEORI INTERAKSI SIMBOLIK
Komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan ini. Kebudayaan adalah cara hidup yang berkembang dan dianut oleh sekelompok orang serta berlangsung dari generasi ke generasi (Tubbs, Moss:1996).
Gudykunst dan Kim (1992)memberi contoh komunikasi antar budaya sebagai berikut: Perhatikan kunjungan seorang asing yang menganut budaya bahwa kontak mata selama berkomunikasi adalah tabu di Amerika Utara. Bila si orang asing berbicara kepada penduduk Amerika Utara dengan menghindari kontak mata, maka ia dianggap menyembunyikan sesuatu atau tidak berkata benar.
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal atau bahasa isyarat.
Manusia berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, tulisan, gesture, dan broadcasting. Komunikasi dapat berupa interaktif, transaktif, bertujuan, atau tak bertujuan.
Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.
Banyak sekali definisi tentang komunikasi namun pada intinya; seperti yang disebutkan diatas, kami ambil contoh dari buku kapitaslekta yaitu komunikasi antar budaya merupakan jalan manusia beriteraksi satu samalain, terjadinya komunikasi ini dikarenakan adanya suatu kebutuhan setiap individu manusia. Juga karena manusia terikat dengan hubungan sosial satu samalain.
Dari kesekian definisi tersebut akan menimbulkan dampak interaksi manusia yang satu dengan yang lainnya. Dampak tersebut bisa beribu-ribu makna yang diselaraskan dengan prilaku manusia. Seperti halnya kita berbicara sambil menggerakan tangan, tersenyum, bermuka merah, masam dan lain sebagainya.
Perilaku ini dikemukakan oleh jalaludin rahmat (1993:13) bahwa sebelum perilaku itu dapat disebut pesan, perilaku harus memenuhi dua syarat; yang pertama perilaku harus diobserfasi oleh seseorang. Kedua; perilaku harus mengandung makna. Dalam kata lain setiap perilaku manusia mempunyai makna.
Ada dua simbol dalam bentuk perilaku yaitu verbal dan nonverbal, perilaku keduanya ini mengandung sebuah pesan yakni pesan yang mengandung makna tapi lewat ucapan manusia, tulisan manusia yang menghasilkan kalimat ato makna yang bisa terbaca secara tulisan. Kemudian pesan yang mengandung bahasa nonverbal yakni pesan berupa simbol atau gerakan manusia.
Asumusi kami terhadap perilaku verbal dan nonverbal dilihat dai keakuratannya. Bahasa verbal lebih diidentikan pada tulisan yang kita pahami. Bila diukur keakuratannya itu relatif. Dan yang paling menarik dalam bahasa verbal; ini merupakan bahasa konvensional pada umumnya. Begitu juga dengan bahasa nonverbal bahasa yang lahir dari sebuah simbol dan di artikan dalam sebuah pemahaman setiap orang yang memahaminya. Kelebihan dari bahasa nonverbal ini biasanya, bahasa yang munul dari diri kita. Tidak ada rekayasa dan bisa dikatakan itu muncul dari benak hati yang paling dalam.Dimisalkan seorang laki-laki mencintai perempuan. Jangan salah bila bahasa-bahasa nonverbal itu muncul. Dengan gerakan tubuh, perhatian, dan simbol-simbol yang lainnya.sedangkan bahasa yang tertulis lebih diidentikan pada tataran gombal.
Atau juga ketika kita lapar, marah, rasa malu dan sebagainya. Maka mau tidak mau perut kita berbunyi (menandakan lapar), muka memerah (bisa marah bisa malu).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: