Click Here to Back

KOMPAS

In Surat Pembaca on March 22, 2007 at 9:50 pm

TAYANGAN INFOTAINMENT
Senin, 02 juni 2007

Infotainman saat ini sudah tidak ada kompromi lagi. Bukan hanya menyiarkan tayangan-tayangan berkualitas malah tayangan film yang memang di buat untuk produksi bisnis belaka. Sebut saja tayangan sinetron dengan dunia percintaannya yang di perankan oleh anak dibawah umur.
Salah satu contohnya tayangan My Heart edisi serialnya, Ajari Aku Jatuh Cinta, dan sebagainya. Tidak hanya itu tayangan dengan judul yang lain sering di bumbui dengan persoalan yang berkutat dengan dunia percintaan.
Sungguh riskan sekali bila komisi penyiaran tentang penjarungan siaran televise hanya sekedar untuk bisnis saja. Maka apapun itu jenis filmnya dan siapapun yang mengkonsumsinya. Tidak ada batasan. Saya sangat tidak setuju apabila tayangan untuk anak dewasa ditayangkan oleh pemeran anak dibawah umur.
Dampak negative kepada masyarakat kalangan atas maupun bawah akan sangat teridentifikasi sekali. Dan pengaruh tayangan tersebut besar sekali. Ditambah dengan rating tayangan infotainment tambah banyak. Semisal tayangan sinetron yang diperankan oleh anak dibawah umur dengan dunia percintaanya ditayangkan pada saat pemirsa terutama anak-anak lagi belajar. Sekira jam 19.00, ini akan berdampak buruk pada perkembangan pendidikan anak anak khususnya pada umumnya seluruh masyarakat Indonesia saat ini. Anggi Almiftah
Mahasiswa jurusan jurnalistik UIN SGD Bandung

Angin Puting Beliung di Bandung
Kamis, 22 Maret 2007

Saat ini angin besar dengan cuaca tidak menentu sangat terasa. Pagi cerah, beberapa menit kemudian mendung dan turun hujan. Begitu setiap harinya.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika atau BMG Bandung, saat ini kecepatan angin berkisar di atas 20 knot. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kecepatan angin sekitar 0-5 knot atau 10 knot. Disinyalir ini merupakan gejala dari angin puting beliung, dampak badai George yang terjadi di Australia utara menuju barat daya.
Setelah kita menerawang musibah-musibah yang terjadi di berbagai daerah dan kota di Indonesia, di Kota Bandung (nauzubillah himindalik) jangan sampai terjadi hal seperti itu. Kota Bandung sudah cukup dengan lautan sampah.
Angin berkekuatan di atas rata-rata mengingatkan masyarakat agar bersiaga satu, dan tetap memantau informasi dari media cetak maupun media elektronik demi keselamatan. Sebab, pada kenyataannya angin tersebut bisa datang tiba-tiba dengan kekuatan besar dan menghancurkan apa saja yang dilewatinya. Namun, kita percaya dan sangat berterima kasih kepada BMG Bandung yang selalu setia memberikan informasi dan layanan kepada masyarakat. DZARIN GIVARIAN Mahasiswa Jurusan Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Lalu lintas Jatinangor
Rabu, 12 April 2006

Kepadatan lalu lintas di daerah Jatinangor semakin hari kian menjadi. Tiada hari tanpa kemacetan di wilayah itu. Kemacetan terjadi dari kawasan pendidikan kampus IPDN sampai kampus UNPAD Jatinangor. Terkadang kemacetan sudah mulai terjadi dari Jalan Raya Cileunyi, yaitu dari luar pintu gerbang Tol Cileunyi menuju kampus IPDN, IKOPIN, UNWIM dan UNPAD. Kemacetan terparah terjadi di siang hari. Padatnya kendaraan menjadi salah satu penyebab timbulnya kemacetan. Di samping itu, banyak penyeberang jalan yang menyeberang seenaknya walaupun telah disediakan jembatan penyeberangan. Jembatan penyeberangan yang ada dibiarkan saja, tidak dimanfaatkan. Hal ini memerlukan penanganan yang terpadu antara instansi yang terkait, yaitu Pemerintah Kota Sumedang, terutama para pejabat yang bertugas menata dan menertibkan daerah Jatinangor dengan pihak kepolisian, serta masyarakat dan mahasiswa sebagai pengguna jalan. Saya, yang hampir setiap hari menggunakan jalur tersebut, sangat mengharapkan agar kepolisian, khususnya bagian lalu lintas di daerah Jatinangor, lebih memerhatikan hal tersebut. Sebab, ketidakteraturan telah sekian lama terjadi.
Padahal, di depan pintu gerbang kampus UNWIM terdapat pos polisi , dan setiap hari ada polisi yang bertugas di sana. Saya mengharapkan polisi lebih maksimal dalam bertugas . Tolong Pak Polisi, peringatkan agar angkutan kota jurusan Sumedang- Cileunyi tidak berhenti seenaknya. Selain itu, peringatkan juga mahasiswa dan warga setempat agar lebih memanfaatkan jembatan penyeberangan yang tersedia. Kita ingin Jatinangor -yang menjadi tempat berbagai perguruan tinggi itu-menjadi kawasan yang tertib, supaya tidak ada lagi pertanyaan, “Kapan Jatinangor Bebas Macet?”.
OGI VALGIAN
Mahasiwa Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung

Tayangan Porno
Rabu, 12 April 2006

Melihat perkembangan media televisi dengan program- programnya, saya turut gembira sekaligus prihatin. Semakin hari program televisi tidak memperlihatkan peningkatan, terutama dengan tetap adanya tayangan yang kurang mendidik, seperti komedi tengah malam dan tayangan layar lebar versi Indonesia, yang ditayangkan mulai pukul 23.00. Tayangan tersebut tidak sesuai dengan budaya timur yang dianut bangsa Indonesia. Sangat disayangakan apabila bangsa kita menuju keterpurukan, yang salah satunya disumbang oleh tayangan televisi.
Betapa banyak kita mendengar dan menyaksikan tindakan-tindakan tidak senonoh yang dilakukan oleh remaja hingga orang dewasa setelah menonton tayangan porno. Ini membuktikan peran media televisi dalam membentuk perilaku moral bangsa. Bagaimana akan maju kalau moral generasinya dirusak oleh budaya yang diselipkan melalui tayangan-tayangan porno? Ironis sekali jika bangsa ini tidak berusaha memajukan moral bangsanya sendiri. Karena itu, sudah saatnya pemerintah bertindak tegas terhadap stasiun televisi yang menayangkan film berbau pornografi. Kepada insan perfilman dan para sutradara, masih banyak tema lain yang bisa digarap dan lebih mendidik, selain tema pornografi. DZARIN GIVARIAN
Mahasiswa Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah UIN SGD Bandung

Hati-hati Pengemudi
Kamis, 23 Maret 2006

Beberapa hari yang lalu saya dan teman-teman pulang dari pementasan teater di Pangandaran. Ketika akan pulang, ternyata bus Budiman jurusan Pangandaran-Bandung sudah berangkat. Akhirnya, kami pulang menggunakan mobil Elf jurusan Pangandaran-Bandung. Di tengah perjalanan, hujan deras mengguyur. Sampai di daerah Nagrek, di depan mobil yang kami tumpangi ada mobil TNI melaju dengan kecepatan normal, mobil yang kami tumpangi berusaha menyalipnya. Tiba-tiba mobil kami akan menabrak mobil TNI itu. Sopir membanting setir ke kanan sehingga mobil berputar haluan ke jalur kanan dan berhenti. Pada saat itu di jalur kanan ada motor melaju dengan kecepatan tinggi. Motor mampu menghindar ke samping mobil kami sehingga tabrakan dapat dihindari, dan kami tiba dengan selamat sampai di Cibiru. Sopir Elf berhati-hatilah, utamakan keselamatan penumpang. AYANG MULYANA Jurusan Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN SGD Bandung

Kecewa Tindakan Masyaraakat Papua
Senin, 20 Maret 2006

Baru-baru ini pemberitaan masalah Papua sedang memenuhi media massa, baik cetak maupun elektronik. Pada dasarnya saya sangat prihatin atas apa yang terjadi di Bumi Cendrawasih itu, terutama masalah Freeport, yang menguras kekayaan alam Papua tanpa memberdayakan masyarakatnya. Kamis (16/3), media dengan serempak menampilkan tindakan masyarakat Papua begitu “brutal”, yang membuat tiga anggota Brimob tewas. Melihat tayangan media massa, seolah-olah tak percaya masyarakat Papua melakukan tindakan yang brutal. Mengapa masyarakat Papua melakukan itu? Pemerintah yang terhormat, apapun yang dilakukan oleh masyarakat Papua, pada hakikatnya mereka menuntut hak dan keadilan yang telah hilang dari kehidupan mereka. Ini semua bukan berarti membenarkan tindakan masyarakat Papua yang berakibat jatuhnya korban jiwa, karena bagaimana pun kriminal adalah kriminal, dan ada konsekuensi logis yang harus diterima ketika melakukannya. Eli Yanti Mahasiswa Jurnalistik UIN Bandung

TDL Naik
Senin, 20 Maret 2006

Masih terasa dan seakan tak terobati sakit ini menghadapi kenaikan harga BBM, yang mengakibatkan bertambahnya biaya hidup sehari-hari. Kini di awal 2006 pemerintah akan menambah dengan rencana menaikkan tarif dasar listrik (TDL).

Walaupun TDL hanya naik rata-rata 10 persen, dan hanya untuk pelanggan rumah tangga dengan daya mulai 1.300 volt ampere ke atas dan konsumen industri, tetap akan berdampak pada masyarakat kecil. Dengan naiknya ongkos produksi, otomatis hasil produksi pun akan naik. Tidak menutup kemungkinan perusahaan akan bangkrut, dan terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK). Ingat, karyawan yang mengalami PHK akibat kenaikan BBM. Apakah akan ditambah lagi penganggurnya?

Dengan menaikkan TDL, apakah pemerintah telah merasa bangga atas kebijakan dana kompensansi BBM-nya? Perlu diketahui, dana kompensasi BBM hanya diterima oleh berapa persen dari masyarakat bawah yang seharusnya mendapatkan kompensasi tersebut.

Bukankah pemerintah yang baik mampu mengakomodasi masyarakatnya? Deni Saepudin Mahasiswa Jurnalistik UIN SGD Bandung

Megapolitan Bikin Iri
Sabtu, 18 Maret 2006

Konsep megapolitan adalah konsep untuk menciptakan tata perkotaan yang lebih luas. Jika megapolitan merupakan perluasan dari tatanan kota yang meliputi Jabotabek dan Cianjur-yang selama ini menjadi pijakan masyarakat luas sebagai tempat persinggahan maupun penggunaan jalur dari barat ke timur ataupun sebaliknya-membuat masyarakat Sukabumi memendam rasa iri karena tidak diikutsertakan di dalamnya. Banyak pertanyaan yang muncul, mengapa Sukabumi -salah satu daerah terluas di Jawa Barat-tidak termasuk dalam konsep megapolitan yang selama ini direncanakan oleh Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso. Apakah Sukabumi dinilai tidak layak?
RIZAL FAUZI Mahasiswa Jurnalistik UIN SGD

Jalan Gedebage Rawan Banjir
Jumat, 05 Mei 2006

Hujan yang tidak henti-hentinya mengguyur Bandung beberapa bulan terakhir ini sangat riskan sekali menimbulkan banjir, khususnya di daerah yang rawan terkena banjir. Jalan Gedebage setiap tahun selalu terkena banjir. Saya merasa heran mengapa daerah ini sering terkena banjir. Apakah karena tidak ada selokan yang mampu menampung air hujan, sampah yang berserakan, atau memang komposisi jalannya kurang bagus?
Yang saya sayangkan, banjir itu selalu terulang selama musim hujan. Bahkan, tidak ada kepedulian sama sekali dari Pemkot Bandung. Apakah akan dibiarkan begitu saja sehingga jalan menjadi rusak, daerah menjadi kotor, dan lain sebagainya tanpa memerhatikan dampak dari bencana ini?
Kerusakan jalan juga terjadi hingga ke daerah permukiman di sekitar Pasar Induk Gedebage, contohnya di jalan masuk Kompleks Panghegar, seperti di Jalan Pamekar Raya. Masyarakat pengguna jalan merasa kurang nyaman dengan sering terjadinya banjir di kawasan ini. Sekali lagi saya imbau masyarakat Gedebage, khususnya aparat yang berwenang, untuk secepatnya mengantisipasi dan menindaklanjuti penanggulangan banjir di Jalan Gedebage ini. BILAL AWALUDIN Mahasiswa Jurnalistik UIN SGD Bandung

Kecewa dengan PLN
Jumat, 17 Maret 2006

Waktu liburan semester ganjil pada pertengahan bulan Januari sampai pertengahan Februari lalu, saya dan teman-teman, yang menempati sekretariat Lembaga Juang Pemberdayaan Kader (LJPK) KAPEMASI Bandung di Jalan Raya Cimekar No 184 RT 01/01 Cileunyi, Bandung, pulang ke Bekasi. Sekretariat tersebut milik pemerintah Kabupaten Bekasi. Setelah liburan kami kembali kuliah. Saya kaget melihat alat pengukur listrik, tidak ada kotak pengaman, terbuka begitu saja sampai kelihatan kabel yang berada di belakangnya. Kawat ataupun pelindungnya tidak ada. Memang selama liburan kami lupa membayar listrik dan nunggak dua bulan.
PLN memutus sementara aliran listrik sampai tagihan dibayar. Saya kecewa, kenapa pihak PLN tidak memperbaiki alat tersebut seperti semula. Saya khawatir terjadi apa-apa. Saya mohon pihak PLN secepatnya memperbaiki demi keamanan, dan kenyamanan kami selaku pelanggan.
Habibie Mahasiswa S1 Jurusan Ilmu Komunikasi Bidang Jurnalistik UIN SGD Bandung

TRANSMETRO BANDUNG
Jum’at, 30 Maret 2007

Sepertinya operasionalisasi bus transmetro Bandung masih kurang diperhatikan oleh Pemerintah Kota Bandung. Hal ini terlihat dari belum dibangunnya satu halte pun. Padahal, halte merupakan infrastruktur yang sangat penting.
Bus tansmetro Bandung yang janjinya akan beroperasi Desember 2006 hingga sekarang belum beroperasi juga. Bagaimana mau beroperasi, satu halte pun belum ada yang dibangun dari 16 halte yang direncanakan. Padahal, Pemerintah Kota Bandung menjanjikan bus transmetro Bandung akan diujicobakan paling lambat April tahun ini.
Jika ditinjau ulang, peluncuran bus tansmetro Bandung kalah dari peluncuran bus-bus Damri AC yang belum lama ini beroperasi. Perum Damri mengoperasikan bus AC jalur Ledeng-Leuwipanjang, Cibiru-Kebon Kalapa, dan sebagainya dengan tarif sangat terjangkau dan desain mobil yang sangat menarik perhatian masyarakat. Selain itu, tarif bus Damri AC jurusan Leuwipanjang-Cibiru dan Leuwipanjang-Cicaheum turun sampai 45 persen. Hal itu membuat para penumpang merasa dimanja dengan pelayanan yang diberikan Perum Damri.
Permasalahannya, saya khawatir dengan semakin lambatnya pengoperasian bus transmetro Bandung, masyarakat akan semakin kurang berminat akan alat transportasi baru itu. Sebab, masyarakat lebih dimanjakan oleh Perum Damri.
Saya ucapkan selamat kepada Perum Damri yang telah mengoperasikan bus-bus AC barunya. Meski demikian, bus transmetro Bandung harus segera dioperasikan sesuai dengan janji Pemerintah Kota Bandung. ANGGIANI Mahasiswi Jurnalistik Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: