Click Here to Back

Drs. Haris Sumadiria, Msi

In Dosen Jurnalistik on March 14, 2007 at 8:57 am

haris-edit.jpgMemaknai Hidup dengan Berkarya

“kreatif dan inovatif” bacanya dengan tegas. Kata-kata itu sering dikecamkan bagi mahasiswa jurnalistik, di Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung . dengan keinginan yang kuat mengantarkan pria kelahiran Sumedang 28 maret 1962 ini menjadi jurnalis, penulis dan dosen Jurnalistik

Haris Sumadiria. nama yang cukup menarik dan mudah diingat oleh mahasiswa Jurnalistik UIN pemberian nama itu oleh orang tuanya. Keinginan untuk terus berkarya dimulai sejak kecil lewat kegemaran membaca buku atau membaca apa saja seperti hal nya ada pengalaman menarik yaitu membaca koran bekas bala-bala.

Sejak kelas 2 SMA, Ia terjun dalam dunia kewartawanan dengan menjadi koresponden Harian Surya Karya Jakarta dan asisten redaktur pelaksana mingguan Bandung Pos edisi Bogor. Tantangan untuk terus menggeluti jurnalistik dilanjutkan ketika masih dibangku kuliah di Universitas Padjadjaran dengan studi jurusan jurnalistik, Fakultas ilmu komunikasi. Ia merintis pendirian pers kampus sebagai ketua umum dan redaktur Majalah berita publik dan bergabung dengan ketua Umum Republik Science Club.

Dunia tulis menulis menjadi bagian hidupnya dengan ayunan pena di tangannya menghasilkan banyak karya tulis. Artikel, novel, cerpen, tajuk rencana, dari hasil karya tulisnya Ia mampu membiayai studinya tahun 1986.

Sebagai anak dari Pegawai Negeri Sipil TNI Haris merasa ekonomi keluarganya kurang sehingga orang tuanya tidak mampu lagi membiayai sekolah. Hal itu diutarakan Ayahnya ketika Haris berniat untuk hijrah kuliah ke Bandung, begitu lulus SMA di Bogor. Namun masalah ekonomi yang menghambatnya untuk terus melanjutkan sekolahnya tidak menghalangi niatnya untuk terus belajar menuntut ilmu, lewat biaya pontang-panting sendiri ia mengikuti program magister (S2) pada pasca sarjana universitas padjadjaran dan lulus pada tahun 2002 dengan predikat cumlaude. Ia memaknai hidup dengan menulis dan hidup dari menulis.

Haris melakukan itu untuk bisa kuliah, menikah dan punya rumah. Soal penampilan, pria berkacamata ini tidak lepas dari baju kemeja celana katun dan sepatu Hitam pentofel dan terkesan sederhana, namun sosoknya seperti selebriti yang selalu tampil modis.

Namun dari penampilan sederhana itu tersimpan rasa humoris dalam hatinya terbukti setiap mengajar di kelas selalu saja tidak terlepas dari ketawa bukan berarti seperti orang gila, tapi memang setiap apa yang diucapkan hari yang berkumis tipis ini membuat para mahasiswanya selalu tertawa dan tampil akrab.

Tetapi karena Ia adalah seorang dosen terkadang suka menampakan taringnya dihadapan mahasiswa yang malas namun itu bukannya amarah rasa muak tapi rasa saying pada anak didiknya, untuk termotifasi.

Selain itu Bukan hanya memarahi mahasiswa yang malas, ia juga pandai bergaul. Ia selalu bicara dengan bahasa gaul dan darah muda, menganggap mahasiswa seolah-olah kawannya maka setiap mahasiswanya ia selalu memberi pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat pada mahasiswanya, tujuannya yaitu menajadikan mahasiswa yang cerdas dan buka pemalas.

Seiring karyanya dalam dunia jurnalistik, ia dosen yang luar biasa profesi sebagai dosen digelutinya sejak tahun 1986 dan mengajar di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Bandung, antara lain Ilmu Komunikasi Unpad, Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Bandung. Desember 2003 diangkat menjadi ketua Prodi Jurnalistik UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

“saya ingin berbagi Ilmu Pengetahuan dan pengalaman dengan mahasiswa,” ujarnya
lalu ia menambahkan “ jadi jurnalis profesional harus di bekali paling tidak dengan tiga kemampuan dasar intelektual, mental dan moral .“ ia selalu memotivasi mahasiswa untuk terus berlatih untuk menciptakan atmosfer belajar menulis “tresno jalaran kulino”, suka karena terbiasa. Begitu juga dengan tulis menulis. Dengan terus mengasah dan tekun berlatih untuk menyalurkan karya tulis, maka kesuksesan akan memberi kebahagiaan lahir batin,” tuturnya.

Di usianya yang sudah berkepala empat, ia terus memberikan kontribusi pada dunia jurnalistik dengan aktif menulis di berbagai majalah dan surat kabar sebagai free land. Berbagai penghargaan dan pemenang dalam lomba karya tulis ia sandang. Ia juga terus berbagi ilmu dan pengetahuan dengan memberi ceramah serta pelatihan di bidang jurnalistik. Di tengah kesibukannya ia sering melakukan perjalanan safari pemberdayaan masyarakat di jawa dan Bali dalam kapasitas sebagai ahli komunikasi. Lebih dari 20 tahun bergelut di bidang tulis menulis serta jurnalis mengguggah hatinya untuk membagi ilmu dan pengalaman lewat tulisan. Dengan meluncurkan buku menulis artikel dan tajuk rencana, jurnalistik Indonesia, Bahasa Jurnalistik, dan beberapa buku panduan jurnalistik. Haris yang hobinya memancing selau berharap mahasiswa jurnalistik dapat menjadi jurnalis professional yang berpikir kritis, berintelektual dan berperilaku islam

( Novi / Feri Jurnalpos )

  1. salam…..pers/…
    wah bapak ternyata…hebat juda saya sebagai mahasiwa bapak bangga dengan Komunikasi di UIN mudah2an kedepannya kita bisa ttp maju dlm jurnal kita…okey pak..
    kesan pertama kenal bapak wuiiiiiHhhhh,,,serUuu,,,, cayoOoo bwt fidkom UIN SGD BDG…maju truds pantang mundur….

  2. askum…!!!bpk pembimbing kyu..semoga sehat selalu diantos nasehatn -nasehatnya.hehehe..

  3. asslamualaikum , pak kumaha damang abdi gun gun gunawan kpi angkatan 2004. silaturahim we ka bapak kumaha masih keneh sok heureuy…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: