Click Here to Back

Beragam Keindahan Kamojang

In Feature on July 18, 2006 at 10:42 am

Oleh: Endah

Sesaat memasuki kawasan Kamojang mulai tercium aroma rerumputan, bunga-bunga, dan pepohonan yang berjejeran disepanjang jalan. Semilir angin meniupkan kesegaran alam yang begitu indah dengan pegunungan yang hijau, bersih, bebas dari polusi kendaraan dan hiruk pikuk kota, yang ada hanya suara Kawah dan burung-burung yang bernyanyi.Kamojang yang beralamat di Jln Omaanggawisastra Paseh dan berbatasan dengan Jalanmenuju Garut, sering dikunjungi oleh peminat. Walaupun menuju Kawah Kamojang dataran tinggi, tapi setiap orang yang melewati jalan tersebut seolah-olah dijadikan tantangan tersendiri karena jalan yang begitu rawan dan tikungan yang amat tajam seperti ular yang sedang melilit musuhnya. Sekelompok orang yang berminat kekawah kamojang hanya untuk bersantai dan berkemah dengan keluarga maupun kerabat, karena tempat tersebut dijadikan sebagai tempat Pariwisata. Bermacam-macam orang yang mengunjungi tempat tersebut ada yang menggunakan kendaraan pribadi, jalan kaki ada pula yang naik kendaraan umum.

Bila hari raya tiba, tempat tersebut penuh dengan Remaja maupun Tua. Bukan hanya hari raya tiba saja tempat yang asri itu penuh, tapi bila menjelang Tahun Barupun sangat dipenuhi oleh Orang-orang. Pendatang bukan hanya orang lokal tapi ada juga yang jauh, hanya untuk melihat Kawah dan pemandangan alam yang begitu asri.
Ketika memasuki kawasan Kawah mulai tecium aroma Kawah yang begitu menyengat, dan kebisingan Kawah mulai terdengar dari kejauhan, karena kebisingan kawah itu bak suara kereta api jadi juru kunci disana memberi nama Kawah itu dengan Kawah Kereta Api, bukan hanya suara Kereta Api yang ditimbulkan tapi uap yang dikeluarkannya pun keluar dengan begitu melejit cepat dan seterusnya begitu.

Tak heran, ada beberapa orang yang sengaja melempar barang seperti botol bekas air mineral, maupun bekas minuman yang lainnya karena setiap dilemparkannya botol maka botol akan langsung terbang begitu cepat karena tekanan yang ditimbulkannya sangat cepat.

Ada pula Kawah yang seakan-akan suara burung bernyanyi yang menyambut setiap orang yang mengunjungi tempat tersebut. Dan orang yang setiap melihat Kawah tersebut terkesima karena begitu banyak suara burung –burung tapi kenyataannya bila dilihat burung-burung itu tidak ada, yang ada hanya air rawa yang panas yang menguap dan tetumbuhan yang hijau disekeliling kawah burung tersebut.

Ketika memasuki Kawah selanjutnya ada beberapa Vila dan jongko yang berjualan makanan dan minuman, sejenak orang yang berkunjung beristirahat diVila dan Jongko makanan untuk melepaskan rasa haus dan lelah, ada pula yang melanjutkan perjalanan menuju kawah yang selanjutnya, jalan yang menghubungkan Kawah-kawah yang lainnya sangat penuh dengan bebatuan.

Sekumpulan orang memenuhi Kawah yang banyak sekali mengeluarkan uapnya, beberapa orang sengaja mendekati uap yang begitu lembab dan para Remaja Laki-laki sengaja membuka pakaian yang melekat ditubuhnya untuk mandi uap, dikawah tersebut banyak bebatuan yang begitu besar dan celah-celah tersebut mengeluarkan air yang mendidih dan mengeluarkan uap yang begitu banyak.
Uap tersebut dipercaya bisa menyembuhkan penyakit kulit, maupun rematik dan penyakit yang lainnya, maka tidak jarang Orang-orang yang datang kesana hanya untuk mandi uap dan memang uap tersebut sangat bermanfaat untuk kulit yang terasa sakit atau rematik.

Setelah puas mandi uap, Orang-orang melanjutkan perjalanan dan Jalan yang kami injak sangat kecil hanya muat satu orang untuk berjalan, dan pinggir-pinggir jalan yang kami lalui dipenuhi pepohonan yang menjulang tinggi sehingga cahaya matahari yang masuk sangat sedikit yang ada hanya suara burung berkicauan.

Ketika kami berjalan ada beberapa kawah yang menyeramkan dan orang-orang sering menyebutnya Kawah darah karena Kawah tersebut memang air dari dalam tanah tersebut berwarna agak merah, walaupun Kawah tersebut menyeramkan tapi tidak jarang orang yang kebetulan melewatinya sejenak melihat kawah darah tersebut.

Setelah itu perjalanan terus dilalui setibanya di Kawah terakhir terlihat matahari yang memancarkan sinarnya yang begitu indah dan terlihat pemandangan yang hijau dan rumah-rumah Penduduk kota, pepohonan melambai-lambai tertiup oleh angin membawa kesejukan dan aroma khas Daerah Pegunungan, dan bila kita melihat kebawah terdapat banyak dinding yang curam dan rumput-rumput yang bergoyang.

Ditempat kawah terdapat tempat parkir yang lumayan luas, tempat ibadah, dan tempat wudlu. Dan keamanan disana sangat dijaga ketat oleh petugas disana, walaupun orang yang berparkir dikawasan itu harus mengeluarkan uang untuk masuk dan menyimpan kendaraan mereka, walaupun begitu orang yang berkunjung tidak merasa keberatan.

Di daerah kawasan Kamojang bukan saja terdapat Kawah, tapi masih banyak tempat yang indah untuk bersantai dan tidak jarang tempat itu juga banyak diminati oleh remaja laki-laki dan perempuan, tempat tesebut adalah Danau Ciarus. Tidak jauh dari kawasan Kawah, tempat itu juga banyak diminati mereka yang ingin berjalan-jalan maupun sekedar bermalam sambil membawa alat-alat seperti tenda maupun alat yang lainnya.

Untuk melewati Danau Ciarus harus memiliki stamina yang Fit, karena tempatnya yang bisa di bilang jauh dan untuk mencapai tempat tersebut harus memasuki hutan dan itu bagi para Remaja sebagai tantangan.
Walaupun Danau Ciarus melewati hutan tapi tempat itu banyak diminati, dan keamanannya pun terjamin karena kawasan tersebut tidak ada hewan yang buas. Tidak jauh dari kawah kamojang kita harus melewati jalan beberapa Km, dan kalau kita ingin cara cepat melewati jalan tersebut kita bisa naik kendaraan.

Karena kita melewati hutan jadi begitu banyak pepohonan yang melindungi kita dari sinar matahari, dipingir-pinggir jalan terdapat berbagai macam tumbuhan dan kadang kita harus melewati arus air yang lumayan tidak deras, air yang terdapat di sepanjang perjalanan kami sangat bening karena air tersebut langsung bersumber dari pegunungan, untuk mencapai tempat tersebut kita harus melakukan perjalanan yang berliku-liku dan jalan yang lumayan sempit.

Karena perjalanan cukup berjam-jam kita bisa beristirahat dengan duduk dibebatuan dan ditemani dengan heningnya suara burung dan sungai yang bening tanpa polusi air. Dan perjalanan masih lumayan jauh dari tempat sungai yang mengalir itu sekitar beberapa jam lagi Danau Ciarus terlihat.

Tantangan-tantangan yang kita sangat seru, kita harus melewati jalan yang curam dan licin. Untuk melewati itu kita memerlukan kerjasama, kadang kita juga mendapati pepohonan yang menghalangi perjalanan dan kita harus melewatinya dengan meloncati pohon yang sudah tumbang itu. Suara desahan air mulai terdengar di kejauhan dan semilir angin Danau mulai terasa menusuk tubuh yang dibaluti Pakaian tebal, itu tandanya Danau Ciarus mulai terasa kehadirannya.

Dari kejauhan Danau Ciarus mulai terlihat, ketika orang-orang mulai menginjakan langkahnya terbukalah Alam yang begitu luas ketika mata terbuka yang terlihat sepanjang Danau Ciarus adalah keindahan dan Danau yang dihiasi dan dikelilingi oleh pepohonan yang tumbuh disana.

Air Danau yang begitu tenang dengan hembusan angin yang menyibakan dedaunan bernari-nari, sesampainya di Danau Ciarus sekumpulan orang yang sedang sedang sibuk mendirikan tenda untuk persiapan malam nanti, ada pula sekumpulan orang yang sedang memetik dawai gitar sambil bernyanyi menikmati luasnya Danau.
Tak jauh dari sepanjang pandangan kita dikelilingi oleh pohon-pohon yang besar, dan air yang mengalir kedasar danau dengan begitu tenangnya. Dipingir-pinggir Danau terdapat dataran tanah yang cukup luas untuk tempat istirahat, dan mendirikan tenda atau juga untuk menyalakan api ungun.

Ada beberapa orang yang membuka pakaian untuk mandi diDanau tersebut melepas kelelahan mereka, ada pula yang sedang mengambil foto untuk dijadika momen yang indah. Dari daerah Danau masih luas tempat untuk sekedar seru-seruan melewati rawa-rawa walaupun kaki harus penuh dengan lumpur, hanya untuk memetik bunga rawa yang tidak jauh dari Danau Ciarus.

Ada pula bunga yang tumbuh di sana yaitu bunga abadi, orang-orang sangat antusias untuk mendapatkan bunga yang batangnya kecil dan bunganya bulat kecil konon katanya bunga tersebut mendatangkan hoky bagi orang yang memiliki bunga tersebut.
Ada pula yang mengatakan bunga tersebut bila di berikan kepada orang yang spesial buat kita maka hubungannya akan abadi. Bila malam telah datang orang-orang yang camping disana segera menyalakan api untuk memasak makanan, dan semilir angin kian lama kian menusuk karena hari semakin malam. Disekitar pinggiran Danau orang-orang saling berteriak untuk menawarkan makanan, kehangatan api ungunpun dapat menghangatkan tubuh.

Nyanyian-nyanyian ikut menghangatkan suasana, matahari menampakan sinarnya dari upuk timur begitu indahnya menghangatkan tubuh kami yang sedang kedinginan. Begitu sejuk dan segar aroma alam luas ditemani kicauan burung menyembut pagi.
Feature Perjalanan; Oleh Endah jurnal04

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: