Click Here to Back

Pikiran Rakyat

In Surat Pembaca on April 20, 2006 at 9:39 pm

KTPM Membebani Mahasiswa
Kamis, 20 April 2006

KETIKA orang-orang bermigrasi ke Kota Bandung dengan berbondong-bondong untuk mencari pekerjaan dan mencari ilmu. Pemkot Bandung membuat perda tentang salah satunya bagi setiap warga yang datang dari luar Kota Bandung yang akan bermukim sementara di Kota Bandung harus mempunyai Kartu Tanda Penduduk Musiman (KTPM), termasuk mahasiswa yang menimba ilmu di Kota Bandung yang berasal dari luar Kota Bandung.
Saya seorang mahasiswa perguruan tinggi negeri di Bandung, merasa heran dengan adanya KTPM, karena ada Perda Pemkot Bandung yang mewajibkan setiap pendatang dari luar Kota Bandung yang bermukim sementara di Kota Bandung agar memiliki kartu tersebut. Khususnya, bagi mahasiswa KTPM ini sangat membebani, hal ini dikarenakan masa berlaku kartu tersebut hanya 1 tahun dengan harga pembuatan yang relatif mahal. Sesudah itu apabila kartu tersebut habis masa berlakunya, maka harus diperpanjang dan dikenakan biaya yang sama.
Hal ini membuat mahasiswa kewalahan dengan adanya perda ini. Mahasiswa menganggap bahwa dengan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) pun cukup untuk menujukkan identitas keberadaannya. Selasa 11 April 2006, saya melihat ada pemeriksaan identitas terhadap mahasiswa dan penduduk setempat yang ada di lingkungan Cipadung Kota Bandung. Pada hari itu ada imbauan dari orang yang memeriksa identitas tersebut agar orang yang bermukim sementara, termasuk mahasiswa untuk membuat KTPM.
Saya mohon perhatian Pemkot Kota Bandung meninjau kembali perda tentang adanya pembuatan KTPM yang diwajibkan kepada pendatang ke Kota Bandung yang bermukim sementara, khususnya bagi mahasiswa yang cukup memberatkan dengan adanya perda itu. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Adi Ginanjar Maulana
Mahasiswa Jurusan Jurnalistik
Fakultas Dakwah dan Komunikasi
UIN Bandung
Telefon 08562160070


Kenapa Program SP tidak Ada?
Selasa, 30 November 2004

TERIMA kasih kepada HU Pikiran Rakyat yang telah memuat Surat Pembaca ini. Sekira satu tahun setengah saya melanjutkan studi di S-1 Jurusan Jurnalistik IAIN Sunan Gunung Djati Bandung. Menurut informasi, tahun sebelumnya di IAIN ada program semester pendek (SP), khususnya di Fakultas Dakwah, yang tujuannya adalah membantu para mahasiswa dan mahasiswi dalam mempercepat studi dan mengejar mata kuliah yang tertinggal.
Di perguruan tinggi, baik di daerah Bandung atau di Jakarta, serta perguruan tinggi lainnya, pasti ada program SP tersebut. Masalah biaya dan nilai, itu tergantung kesepakatan dosen yang bersangkutan.
Teman saya memanfaatkan waktu libur kemarin untuk mengikuti program SP, dan dia kuliah di sebuah perguruan tinggi di Bandung.
Waktu saya bertanya kepada kakak senior yang satu jurusan, katanya sebelumnya ada program SP dan sudah dihapus atau tidak diadakan lagi, karena ada sebagian dosen atau mahasiswa yang tidak setuju. Padahal, menurut saya SP itu sangat bermanfaat bagi mahasiswa yang memanfaatkan waktu liburnya untuk menuntut ilmu. Saya mengharapkan kepada pihak rektorat ataupun Fakultas Dakwah agar membuka lagi program semester pendek (SP), ya kalau bisa semua fakultas yang ada di IAIN Sunan Gunung Djati Bandung. Kepada Yth. Bapak Rektor (Prof. Dr. H. Nanat Fatah Natsir, M.Si) semoga saran saya ini dapat ditindaklanjuti secepatnya. Terima kasih.
Habibie
Kaliabang Nangka RT 001 RW 05
Bekasi Utara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: