Click Here to Back

Hal-Hal Teknis dalam Televisi

In Jurnalistik Televisi on October 19, 2004 at 9:50 pm

Hal-Hal Teknis dalam Televisi yang Harus Diperhitungkan:
-Pesan Media Televisi sifatnya sekilas sehingga pesan cepat terlupakan
-Metode paling sederhana di dalam penempatan gambar di televisi adalah:
Metode TRIANGGULASI
(menempatkan benda tepat di bagian tengah layar)
Ketika mengambil gambar seseorang, harus diperhitungkan komposisi pada ruang kosong di atas kepala.
Inilah yang disebut: HEAD ROOM (ruang kepala)
Ketika melakukan pengambilan gambar, kamera tidak boleh melewati garis arah gerakan, disebut: GARIS IMAJINER

Hal-hal yang harus diperhatikan:
– Televisi sifatnya sekilas à pesan cepat terlupakan
Konsekuensi: harus membuat kata/kalimat yang mudah diingat

– Pesan Televisi disajikan dalam bentuk audio-visual
(suara dan gambar) à “No Picture no News”
Konsekuensi: jangan memberikan penjelasan terhadap gambar.

– Gambar dalam televisi sangat terbatas
Konsekuensi:
kamera harus merekam apa yang ingin diketahui pemirsa

– Televisi lebih mengutamakan gambar (visual)
Konsekuensi:
– mendahulukan ada gambarnya, ketimbang artistik gambar.
– pemirsa lebih tertarik pada gambar dari pada kata-kata.

KEMASAN BERITA TELEVISI:
1. BERITA COPY
– Berita Copy, merupakan cara paling dasar dan sederhana
dalam menyampaikan berita di televisi
– Berita Copy dibuat, jika peristiwanya sangat penting
– Bisa dibuat dengan cepat, karena tidak perlu persiapan
yang terlalu banyak.
– Tidak ada gambar, karena berita baru saja terjadi, bahkan
mungkin masih berlangsung.
– Bisa dilakukan dengan cara “phono” (penyiar menelepon
langsung reporter yang berada di lokasi kejadian)
– Jika memiliki perangkat SNG, bisa ditayangkan langsung
dari lokasi kejadian à on the spot
– Presenter tampil di layar, membacakan berita copy
secara utuh dari awal sampai akhir
– Lamanya berita copy antara 30-45 detik

2. READERS / GRAFIX
– Readers/Grafix, merupakan cara paling dasar berikutnya
– Format ini digunakan jika sebuah peristiwa, baru saja
terjadi dan reporter belum memiliki akses untuk merekam
gambar kejadian ke dalam kaset video.
– Presenter hanya tampil membacakan intro, diikuti dengan
tayangan grafis (data, angka, peta lokasi, still foto, dll.)
– Presenter masih terus membacakan berita, ketika gambar
atau grafis tersebut ditayangkan.
– akhir dari berita readers/grafix, bisa di wajah anchor
atau di gambar/grafix yang ditayangkan
– Lamanya berita Readers/Grafix: 15-30 detik.

3. CLIPS ONLY
– Intro dibacakan Anchor, disusul dengan Sync Narasumber
– Berita Clips Only, akan dimunculkan jika Narasumber
merupakan orang yang sangat penting
– Atau jika sync dari narasumber “menghebohkan”
– Intro yang dibacakan Anchor maksimum 3 kalimat
– Lamanya berita Clips Only: 40-45 detik
– Intro memuat: Topline, Background dan Context
– Topline: kalimat pertama dari sebuah intro
– Background: latar belakang fakta, mengapa peristiwa terjadi
– Context: kejadian lain yang terkait dengan peristiwa itu

4. OoV (Out of Vision)
– Berita hanya dibacakan Anchor tanpa Voice Over (VO)
– Ketika membacakan intro, Anchor muncul di layar,
disusul dengan gambar tanpa VO.
– Ketika gambar sedang ditayangkan, Anchor masih tetap
membacakan berita OoV.
– Ketika gambar selesai, Anchor masih membacakan berita
– Alasan dibuatnya berita OoV:
– tidak cukup waktu untuk dibuat jadi berita paket
– tidak cukup kuat untuk dibuat jadi berita paket
– Lamanya berita OoV: 45 detik

5. BERITA PAKET (PACKAGE)
– Unsur penting yang harus ada dalam berita paket:
a. Intro à dibacakan oleh Anchor
b. Sequences à gambar-gambar dari peristiwa berita
c. Sync à suara langsung dari narasumber
d. Voice Over (VO) à narasi berita di-dubbing oleh Reporter
e. Stand-Up à reporter tampil di layar mengakhiri berita
f. Natural Sound (natsound) à suara alami di lokasi peristiwa

– Kata-kata dalam VO, tidak boleh sama dengan sync, jika sama disebut redundant.
– Ketika Stand-Up, akan muncul: identitas Reporter,
identitas Stasiun Televisi dan lokasi tempat kejadian
– Stand-Up merupakan “Standard Out Cue” (SoC)
– SOC : tanda akhir dari sebuah berita à disebut juga Pay 0ff
Kalimat SoC misalnya:
“Ida Bagus Oka, Metro TV melaporkan dari Denpasar Bali…”
– Lamanya Berita Paket: 1 menit 45 detik (maksimum)

Struktur Berita Paket:
Intro dibacakan Anchor ……………………. 10 detik
Voice Over dubbing oleh Reporter .……… 10 detik

Bridge to Sync-1
Sync-1 (korban dari kejadian) ………………… 30 detik
Voice Over dubbing oleh Reporter .……… 10 detik

Bridge to Sync-2
Sync-2 (pihak bertanggung jawab) …………… 30 detik
Sequence tanpa V/O……………………………. 8 detik
Pay off/SOC/VO Penutup ……………..…… 15 detik

Stand-Up Reporter
Total berita paket……………….1.45 menit

Dalam sebuah Berita Paket (package) terdapat:
1. Intro 5. Vox Pop
2. Angle 6. Stand-Up
3. Sequence 7. Grafix
4. Voice Over 8. Nat Sound / Atmosfer

– Intro = kalimat pertama dari berita
– Angle = sisi yang akan diangkat dalam pemberitaan
– Sequence = gambar-gambar yang akan diambil oleh kameramen
– Voice Over = narasi yang akan mengisi tayangan sequence
– Vox Pop = pendapat singkat dari orang-orang tentang peristiwa
– Stand-Up = Reporter berbicara ke Pemirsa menghadap kamera
– Grafix = data-data diluar sequence: gambar, foto, sketsa, peta lokasi, dll.
– Nat Sound = atmosfher, suara alami yang terekam di lokasi kejadian

Jika kita bruntung semua unsur di atas bisa didapat di satu lokasi kejadian Contohnya pada peristiwa Kebakaran atau Penggusuran.

ALUR PERJALANAN BERITA SEBELUM DITAYANGKAN

 Sekembalinya dari lapangan, Reporter harus segera melapor
kepada Produser, mengenai berita yang baru saja diliputnya.

 Jika Produser setuju berita itu dibuat menjadi “berita paket”,
maka Reporter langsung membuat intro berita.

 Setelah intro selesai, Reporter melakukan preview dan logging
(mencatat gambar-gambar yang akan dipakai dan memilih sync)

 Selanjutnya Reporter menulis naskah berita (narasi untuk VO),
disesuaikan dengan gambar dan sync yang dipilih Reporter

 Setelah naskah berita (narasi) selesai, Reporter melakukan
perekaman suara (dubbing)  inilah yang disebut voice over

 Terakhir mengedit gambar dan menggabungkannya dengan
narasi (mixing), hingga menjadi hasil edit yang siap untuk
ditayangkan, disebut final cut

Dede Molkan Copyright

  1. Hehehhe…jadi ketawa jika melihat Fenomena di tempat saya bekerja

    Reporter bisa menulis berita panjang dan lebar tanpa peduli kamerawan mendapat gambar atau tidak, kalo perlu gambar basi (Stok Shoot) dipergunakan ….

    Ini gaya baru penulisan naskah News TV, dengan judul “mari Mengarang Indah”

    Inilah akibatnya jika Redaktur Berita TV mantan Orang Koran…Says YES for Word….Says NO for Picture

    GAwat !!!

  2. Undangan utk kawan2 peminat komunikasi. Mari belajar bareng di http://www.kajiankomunikasi.wordpress.com. Ditunggu ya. Trims telah boleh nongol di sini. Salam hangat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: